Seorang wisatawan mancanegara asal Belanda mengeluhkan kondisi papan informasi situs yang pudar dan tidak dapat terbaca saat berkunjung ke Taman Wisata Kertha Gosa, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Sabtu (16/5/2026).
Fasilitas yang tidak berfungsi optimal ini dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung di tengah melonjaknya angka kunjungan yang mencapai ratusan orang per hari, seperti dilansir dari Detik Travel.
Kondisi tulisan luntur akibat guyuran hujan tersebut ditemukan pada papan informasi di area depan Museum Semara Jaya, bahkan beberapa titik hanya menyisakan papan kosong tanpa keterangan.
Wisatawan mancanegara asal Belanda, Nicole, menyatakan keprihatinannya terhadap sarana edukasi di objek wisata sejarah dan budaya tersebut meski dirinya mengagumi arsitektur kawasan kuno itu.
"Saya sangat senang bisa mengunjungi tempat bersejarah ini. Sangat mengagumkan. Tapi saya menyayangkan kondisi papan keterangannya yang sudah tidak bisa dibaca karena tulisannya sudah kabur. Saya rasa harus lebih banyak lagi keterangan situs yang disediakan," kata Nicole.
Kunjungan ini merupakan destinasi terakhir Nicole dalam rangkaian paket liburannya di Bali sebelum kembali ke negara asalnya melalui bandara setempat.
"Saya ditunjukkan tempat ini oleh tour agen saya. Selanjutnya saya juga membacanya di situs-situs yang memuat keterangan tentang tempat bersejarah ini. Senang rasanya. Semoga nanti bisa kembali, dengan papan keterangan yang sudah bisa dibaca dan lebih banyak," jelas Nicole.
Dinas Pariwisata Klungkung mencatat angka kunjungan melalui data One Gate One Destination (OGOD) yang menunjukkan rata-rata 150 wisatawan per hari pada bulan Mei, dan meningkat hingga 250 orang saat akhir pekan.
Merespons situasi tersebut, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, membenarkan adanya kerusakan fasilitas termasuk tiang penyangga papan informasi yang cepat keropos.
"Itu baru enam bulan yang lalu kami perbaiki. Tapi memang kondisinya cepat keropos. Begitu juga yang belum terisi dan tidak bisa terbaca, kami tetap cek secara berkala dan melakukan perbaikan," terang Prayudha.
Pemerintah daerah saat ini berencana menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan fasilitas guna mempercepat mekanisme penganggaran biaya pemeliharaan berkala di masa mendatang.
"Memang ada kendala pada penganggaran perbaikan kalau di kita. Kalau pihak ketiga akan lebih cepat prosesnya," ujarnya.