Wisatawan Asing di China Pilih Menginap di Hotel Ekonomi

Wisatawan Asing di China Pilih Menginap di Hotel Ekonomi
Foto: Ilustrasi Wisatawan Asing di China Pilih Menginap di Hotel Ekonomi.

Jumlah kunjungan wisatawan asing ke China tercatat mencapai 25,59 juta orang sepanjang delapan bulan pertama tahun ini hingga Jumat (16/4/2026). Tren baru menunjukkan bahwa mayoritas turis mancanegara kini lebih memilih menginap di hotel kelas ekonomi dibandingkan fasilitas mewah.

Data Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok yang dilansir dari Detik Travel menunjukkan sebanyak 15,89 juta warga asing masuk tanpa visa. Angka ini mencakup 62,1 persen dari total pengunjung dan menandai lonjakan sebesar 52,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan mobilitas ini juga dipicu oleh arus perjalanan dua arah antara penduduk Hong Kong yang menuju utara dan warga China daratan ke selatan. Kondisi tersebut memaksa pengelola hotel menyesuaikan strategi layanan di seluruh wilayah Greater Bay Area.

CEO Divisi Inovasi Kelas Atas Dossen Group, Wei Wu, mengungkapkan data mengejutkan mengenai preferensi akomodasi para tamu internasional yang datang ke ribuan properti miliknya. Kelompok wisatawan ini ternyata tidak mendominasi sektor hotel premium sebagaimana perkiraan awal.

"Kami mengoperasikan lebih dari 2.700 hotel di seluruh negeri. Pada tahun 2024, kami menerima lebih dari 1,1 juta tamu asing, dan tahun ini jumlahnya diperkirakan mencapai antara 1,2 dan 1,3 juta. Awalnya saya berasumsi hotel-hotel kelas atas kami akan menampung lebih banyak tamu internasional, tetapi data tersebut mengejutkan kami-sebagian besar pengunjung asing justru menginap di hotel-hotel kelas ekonomi kami," ungkap Wei Wu.

Wu menjelaskan bahwa mayoritas tamu berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dengan India menduduki posisi teratas. Durasi tinggal para pelancong mancanegara tersebut rata-rata tergolong singkat, yakni hanya sekitar 1,6 hari.

Sementara itu, platform media sosial seperti TikTok mulai dimanfaatkan secara masif untuk menarik minat wisatawan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Strategi konten singkat menjadi fokus utama untuk menyebarkan nilai jual hotel kepada audiens global.

"Kami telah mengeksplorasi cara memanfaatkan TikTok untuk distribusi konten. Karena video TikTok biasanya hanya berdurasi 30 hingga 45 detik, fokus kami adalah untuk menyaring nilai hotel kami dan Hong Kong ke dalam konten singkat yang ringkas dan menarik."

Wakil Presiden Senior Operasi Regal Hotels International, Qinhui Huang, memberikan penekanan bahwa kualitas narasi dalam video pemasaran sangat menentukan perilaku konsumen. Menurutnya, metrik jumlah penayangan bukan menjadi indikator utama kesuksesan promosi.

"Promosi hanya penting ketika mengubah kebiasaan," katanya.

Harga hotel kategori ekonomis atau bintang tiga di China saat ini berada di rentang Rp300.000 hingga Rp900.000 per malam. Besaran tarif tersebut sangat bergantung pada lokasi kota dan klasifikasi fasilitas yang ditawarkan kepada wisatawan.

Artikel terkait

Rekomendasi