Kabupaten Magelang menawarkan destinasi wisata alam Air Terjun Watu Nganten di Desa Keningar, Kecamatan Windusari, yang menyajikan pemandangan langsung Gunung Merapi pada Jumat, 17 April 2026. Objek wisata ini memiliki daya tarik berupa aliran air setinggi 30 meter dengan lebar 10 meter.
Lokasi wisata ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Magelang dan dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi melalui rute yang mudah dijangkau. Berdasarkan laporan dari Detik Travel, kawasan ini dikelilingi oleh hutan lebat, tebing tinggi, serta susunan bebatuan alami yang menambah kesejukan suasana pegunungan.
Nama destinasi ini memiliki latar belakang filosofis yang berasal dari bahasa Jawa. Istilah Watu Nganten secara harfiah diterjemahkan sebagai Batu Pengantin oleh masyarakat setempat untuk menggambarkan kondisi geografis di sekitar lokasi tersebut.
Asal-usul penamaan ini merujuk pada formasi bebatuan di area air terjun yang bentuknya dianggap menyerupai sepasang pengantin yang sedang duduk berdampingan. Selain bentuk fisik batunya, terdapat cerita rakyat yang menyertai keberadaan situs alam ini di tengah masyarakat Desa Keningar.
Legenda lokal menyebutkan bahwa aliran air terjun ini berasal dari air mata seorang pengantin perempuan yang terus menunggu suaminya. Aliran air yang tidak pernah kering tersebut kemudian dianggap sebagai simbol kesetiaan dan kesabaran oleh warga yang mewariskan cerita ini secara turun-temurun.
Selain nilai historisnya, wisatawan sering memanfaatkan area sungai yang luas dan susunan tebing sebagai latar belakang fotografi. Udara pegunungan yang segar di lokasi ini menjadi faktor pendukung utama bagi pengunjung yang ingin melakukan rekreasi alam di akhir pekan.