Waspadai 5 Kebiasaan "Sultan" Warga RI yang Ternyata Bikin Miskin di 2026

Waspadai 5 Kebiasaan "Sultan" Warga RI yang Ternyata Bikin Miskin di 2026
Foto: Waspadai 5 Kebiasaan "Sultan" Warga RI yang Ternyata Bikin Miskin di 2026. (Illustration by Pexels)

Budaya menabung sering kali dianggap sebagai fondasi utama dalam mengelola keuangan pribadi sejak usia dini. Namun, pandangan ini justru dipatahkan oleh investor ternama Indonesia, Lo Kheng Hong, yang memiliki perspektif berbeda mengenai penyimpanan aset di bank.

Pria yang sering dijuluki sebagai Warren Buffett-nya Indonesia ini memperingatkan bahwa menyimpan uang di bank bukanlah cara yang tepat untuk kaya. Sebaliknya, ia menilai kebiasaan tersebut justru bisa membuat seseorang jatuh miskin secara perlahan karena tergerus inflasi.

Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa nilai mata uang akan terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Hal tersebut ia sampaikan secara terbuka saat menjadi pembicara dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE).

Menurutnya, bunga yang ditawarkan oleh bank tidak cukup untuk mengimbangi penurunan nilai riil uang tersebut. Pandangan tajam ini tentu mengejutkan banyak orang yang selama ini merasa aman dengan saldo di rekening tabungan mereka.

Strategi Investasi Pilihan Lo Kheng Hong

Selain menghindari tabungan konvensional, Lo Kheng Hong juga memiliki sikap yang tegas terhadap instrumen investasi lainnya. Ia mengaku tidak tertarik untuk mengoleksi obligasi atau surat utang negara karena merasa imbal hasilnya kurang maksimal.

Ia menilai bahwa bunga yang ditawarkan oleh instrumen surat utang tidak memberikan pertumbuhan kekayaan yang signifikan bagi seorang investor. Tak hanya itu, emas pun tidak masuk dalam daftar aset yang ia miliki dalam portofolionya.

Fokus utama Lo Kheng Hong selama ini hanyalah pada instrumen saham, yang menurutnya telah terbukti memberikan hasil luar biasa. Keputusan tersebut terbukti dengan kekayaannya yang kini mencapai angka ratusan miliar rupiah.

Salah satu pencapaian terbesarnya dimulai saat ia berinvestasi pada saham PT United Tractors Tbk. (UNTR). Momen inilah yang menjadi titik balik kesuksesannya dalam meraup keuntungan fantastis di pasar modal.

Daftar aset dan instrumen yang dihindari oleh Lo Kheng Hong dalam mengelola kekayaan:

  • Tabungan Bank: Dianggap membuat miskin perlahan karena nilainya terus merosot setiap hari.
  • Obligasi: Dinilai tidak menarik karena bunga yang diberikan kepada investor relatif kecil.
  • Emas: Tidak menjadi pilihan koleksi meskipun dianggap sebagai aset aman oleh kebanyakan orang.
  • Properti: Meskipun populer di masyarakat, ia tetap lebih memprioritaskan kepemilikan saham perusahaan.

Lo Kheng Hong tetap teguh pada pendiriannya bahwa hanya pasar saham yang mampu memberikan pertumbuhan nilai aset yang eksponensial. Ia selalu menekankan pentingnya riset mendalam sebelum menaruh modal pada sebuah emiten.

Optimisme terhadap Pasar Modal Indonesia

Lo Kheng Hong mengungkapkan alasan mendalam mengapa ia sangat mencintai investasi saham, khususnya di pasar domestik Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia dalam hal imbal hasil jangka panjang.

Baginya, hasil yang diberikan pasar modal Indonesia sudah terbukti secara nyata dan bukan sekadar teori belaka. Ia merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari pertumbuhan industri pasar modal di tanah air.

Namun, ia juga menyayangkan fakta bahwa hingga saat ini mayoritas masyarakat Indonesia masih memandang investasi saham sebelah mata. Tercatat hampir 99% warga belum percaya bahwa saham adalah instrumen investasi terbaik yang tersedia.

Masyarakat pada umumnya masih lebih memilih untuk memarkirkan uang mereka di bank atau membeli properti fisik. Padahal, menurut kalkulasi Lo Kheng Hong, potensi pertumbuhan di saham jauh melampaui kedua instrumen tersebut.

Analisis Mendalam dan Keuntungan Fantastis

Keberhasilan Lo Kheng Hong bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari ketelitian tingkat tinggi dalam membaca laporan keuangan. Ia dikenal bisa menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari hanya untuk mempelajari performa fundamental sebuah perusahaan.

Ia tidak pernah sembarangan dalam membeli saham hanya berdasarkan rumor atau tren sesaat di media sosial. Salah satu contoh ketelitiannya terlihat saat ia memutuskan membeli saham UNTR pada tahun 1998 silam.

Kala itu, UNTR sedang dalam kondisi laba bersih yang minus hingga Rp 1 triliun akibat fluktuasi kurs mata uang. Namun, ia melihat bahwa secara operasional perusahaan masih sangat sehat dengan pendapatan mencapai Rp 2 triliun hingga Rp 4 triliun.

Keyakinan tersebut membuahkan hasil yang luar biasa bagi perjalanan investasinya di masa depan. Berikut adalah ringkasan perolehan keuntungan besar yang pernah diraih oleh sang investor legendaris tersebut.

Ringkasan keuntungan besar dari dua emiten utama yang pernah dikoleksi Lo Kheng Hong:

Nama Emiten Harga Beli/Kondisi Awal Harga Jual/Keuntungan Akhir Persentase Kenaikan
PT United Tractors Tbk. (UNTR) Masa Krisis 1998 Keuntungan Fantastis Mencapai 5.900%
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) Rp 1.000 per lembar Rp 10.000 per lembar Mencapai 900%

Data di atas menunjukkan betapa besarnya potensi keuntungan jika seorang investor mampu bersabar dan memilih aset yang tepat. Melalui saham INKP saja, modalnya yang semula Rp 35 miliar berkembang menjadi Rp 350 miliar dalam waktu singkat.

Pencapaian tersebut berhasil ia raih hanya dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun saja. Lo Kheng Hong menegaskan bahwa salah satu rahasia utama kesuksesannya adalah kemampuan untuk selalu mengontrol emosi saat menghadapi dinamika pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi