Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki potensi bergerak menguat menuju batas atas atau level resistance pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, pergerakan emiten sektor pertambangan dari Grup Bakrie dan Salim ini diproyeksikan bakal menuju target harga terdekat di kisaran Rp 173 hingga Rp 181 per lembar saham.
Analisis teknikal dari CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan bahwa batas bawah atau area support untuk saham BUMI berada pada rentang harga Rp 159 sampai Rp 162. Penilaian pergerakan pasar tersebut dirilis sebagai panduan bagi para pemodal yang ingin memaksimalkan keuntungan pada hari perdagangan ini.
"BUMI memiliki support di 173-181. Target dekat di 159-162," tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada perdagangan, Jumat (29/5/2026).
Sebelum potensi penguatan ini dirilis, saham BUMI mencatatkan kenaikan sebesar 2,92 persen ke level Rp 166 pada penutupan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Selasa (26/5/2026). Kendati mengalami kenaikan harian, performa emiten batu bara ini tercatat mengalami penurunan dalam jangka waktu mingguan sebesar 10,75 persen dan merosot hingga 23,1 persen dalam sebulan terakhir.
Akumulasi penurunan performa saham BUMI juga terlihat dari data sepanjang periode year to date (ytd) yang anjlok sebesar 54,6 persen. Berdasarkan data pergerakan pasar dari Stockbit, penurunan tersebut beriringan dengan aksi lepas saham oleh investor luar negeri, di mana nilai jual bersih atau net sell asing tercatat mencapai Rp 41,7 miliar pada hari perdagangan Selasa (26/5/2026).