Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai memperketat protokol kesehatan bagi para pelancong. Langkah ini diambil guna memitigasi risiko penyebaran virus Ebola yang tengah menjadi perhatian global.
Ketiga negara tersebut sepakat untuk menerapkan kebijakan bersama bagi setiap pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah Afrika dengan risiko penularan tinggi. Komitmen ini bertujuan menjaga keamanan para suporter dan penduduk lokal selama turnamen berlangsung.
Dalam keterangan resminya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa aspek kesehatan merupakan prioritas utama dalam menyambut jutaan wisatawan di Amerika Utara bulan depan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui laporan Al Jazeera pada Sabtu (30/5/2026).
Status Darurat Kesehatan Global
Kebijakan pencegahan ini merupakan respons cepat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pengumuman krusial pada 17 Mei lalu. WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai kondisi darurat kesehatan yang mengancam dunia.
Lembaga kesehatan internasional tersebut juga memberikan peringatan mengenai potensi besar penyebaran virus ke negara-negara tetangga. Hal ini mendorong negara tuan rumah Piala Dunia untuk segera memperketat pintu masuk wilayah mereka.
Amerika Serikat sendiri telah mengambil langkah tegas dengan melarang masuknya warga asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Larangan ini diberlakukan secara ketat untuk menekan angka risiko impor kasus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga memperluas aturan tersebut hingga mencakup pemegang kartu izin tinggal permanen (green card). Bagi mereka yang sempat berada di ketiga negara tersebut dalam 21 hari terakhir, pemeriksaan dan pembatasan akan diberlakukan.
Aturan Masuk di Kanada dan Meksiko
Pemerintah Kanada turut memberlakukan kebijakan serupa dengan melarang masuk warga dari negara terdampak selama jangka waktu 90 hari sejak Rabu pekan lalu. Aturan ini bersifat mengikat bagi pendatang baru dari zona berisiko tersebut.
Bagi warga negara Kanada maupun penduduk tetap yang baru kembali dari wilayah terdampak, diwajibkan menjalani prosedur karantina selama 21 hari. Masa isolasi ini tetap harus dilakukan meskipun yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali.
Di sisi lain, Meksiko memilih untuk mengoptimalkan pengawasan di titik-titik transportasi udara dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di seluruh bandara internasional. Langkah screening fisik akan dilakukan secara lebih intensif kepada setiap penumpang.
Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenovich, turut mengimbau masyarakat luas untuk menunda rencana perjalanan ke Republik Demokratik Kongo dalam waktu dekat. Bagi mereka yang sudah tiba di Meksiko dari negara tersebut, disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama tiga minggu.
Berikut adalah rincian kebijakan perjalanan yang diterapkan oleh ketiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026:| Negara | Bentuk Kebijakan | Durasi Karantina/Larangan |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Larangan masuk bagi warga non-AS dan pemegang green card dari negara berisiko. | Riwayat perjalanan 21 hari terakhir. |
| Kanada | Larangan masuk warga asing tertentu dan wajib karantina bagi warga negara sendiri. | 90 hari larangan masuk dan 21 hari karantina. |
| Meksiko | Pengetatan pemeriksaan di bandara dan imbauan karantina mandiri secara sukarela. | 21 hari isolasi mandiri bagi pendatang. |
Tabel di atas merangkum perbedaan pendekatan teknis yang diambil oleh masing-masing otoritas kesehatan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meskipun metodenya bervariasi, tujuan akhirnya tetap sama yakni mencegah wabah Ebola mengganggu kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.