Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengeluarkan imbauan bagi jemaah haji untuk mewaspadai ancaman penyakit heat stroke dan virus Mers-CoV selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi pada musim haji tahun 2026.
Kesadaran terhadap kondisi fisik menjadi prioritas utama agar seluruh rukun dan wajib haji terlaksana secara sempurna, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui panduan resmi pemerintah. Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci menjadi faktor risiko utama yang dapat memicu gangguan kesehatan serius bagi para jemaah.
Kenaikan suhu tubuh secara drastis hingga mencapai 41 derajat Celsius dalam waktu singkat, yakni 10 sampai 15 menit, merupakan tanda utama serangan heat stroke. Kondisi darurat ini berisiko memperburuk penyakit bawaan jemaah hingga mengganggu fungsi organ tubuh yang berpotensi menyebabkan kematian.
Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi istirahat cukup di tempat sejuk serta konsumsi air minum minimal satu gelas atau 300 cc setiap jam saat berada di hotel. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, jemaah disarankan memakai pelindung seperti payung atau topi serta menggunakan semprotan air untuk menjaga kelembapan kulit.
Pertolongan pertama bagi penderita serangan panas dilakukan dengan memberikan kompres air dingin pada area leher dan menggunakan kipas angin guna menurunkan suhu tubuh. Pengawasan ketat harus dilakukan hingga suhu badan turun ke angka 38,0 derajat Celsius sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari dokter.
Selain masalah suhu, ancaman virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau Mers-CoV juga menjadi perhatian serius karena menyerang sistem pernapasan. Virus yang identik dengan unta ini dapat menular melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, maupun melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi.
Gejala awal infeksi Mers-CoV meliputi demam, batuk, sesak napas, dan kondisi badan yang melemah, di mana statistik menunjukkan separuh dari total kasus infeksi berakhir dengan kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kontak langsung dengan unta, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan.