Ancaman heatstroke atau sengatan panas membayangi jamaah haji akibat paparan cuaca ekstrem dan suhu menyengat di Tanah Suci. Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau para jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh guna menghindari risiko fatal, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Suhu tubuh yang melonjak drastis menjadi indikator utama yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah. Penanganan yang cepat sangat diperlukan sebelum kondisi fisik memburuk akibat paparan panas matahari yang berlebihan.
"Pertama, suhu tubuh di atas 40 derajat celcius. Yang kedua, bisa diikuti dengan pusing, mual muntah, bisa kejang," ujar dr Enny, Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah saat menjelaskan gejala-gejala yang patut diwaspadai.
Pencegahan dilakukan dengan memastikan kecukupan cairan dalam tubuh secara rutin tanpa menunggu munculnya sinyal haus. Penggunaan oralit juga disarankan untuk menjaga keseimbangan elektrolit di tengah cuaca panas.
"Yang pertama, seperti biasa, cukup minum 200 ml per jam, atau minum sedikit-sedikit, jangan tunggu haus. Dan bila perlu, ditambahkan oralit dalam air 200 cc," jelas dr Enny mengenai langkah hidrasi yang konsisten.
Selain faktor internal, perlindungan eksternal melalui pemilihan pakaian yang tepat turut menjadi strategi krusial. Jamaah diinstruksikan memakai pakaian longgar demi kelancaran sirkulasi udara serta menyiapkan botol semprotan air untuk mendinginkan suhu tubuh secara berkala.
Pengaturan jadwal ibadah juga menjadi perhatian penting untuk menghindari puncak suhu udara pada siang hari yang terik. dr Enny memberikan rekomendasi waktu pelaksanaan ibadah fisik seperti umroh bagi jamaah yang sudah berada di Mekkah.
"Dan misalnya jemaah kita yang sudah sampai di Mekkah, bila melakukan umroh, saya sarankan umrohnya di malam hari," saran dr Enny sebagai upaya mitigasi risiko terpapar suhu ekstrem.
Apabila ditemukan jamaah yang menunjukkan tanda-tanda serangan panas, langkah darurat harus segera diambil dengan memindahkan korban ke area teduh. Penyemprotan air ke seluruh tubuh dilakukan untuk menurunkan suhu dengan cepat sebelum segera menghubungi petugas di pos kesehatan terdekat.