Warga Bogor Berijazah SMP Ikuti Program PKBM demi Dapat Pekerjaan

Warga Bogor Berijazah SMP Ikuti Program PKBM demi Dapat Pekerjaan
Foto: Ilustrasi Warga Bogor Berijazah SMP Ikuti Program PKBM demi Dapat Pekerjaan.

Seorang pemuda asal Bogor bernama Jafar (19) mendaftarkan diri ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Mekar di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Rabu (20/5/2026), demi mengejar ijazah setara SMA akibat kesulitan memperoleh pekerjaan layak.

Langkah Jafar diambil setelah dirinya sempat merantau ke Bandung pascalulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 2023, seperti dilansir dari Megapolitan. Anak sulung dari dua bersaudara ini awalnya bekerja sebagai petugas pengemasan barang untuk menyokong ekonomi keluarganya.

"Langsung ngambil kerja, bagian packing-packing gitu di Bandung. Dapet informasi dari temen sama mamang," kata Jafar.

Pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama tinggal di perantauan.

"Tergiur sama uangnya, lumayan aja buat jajan per minggu Rp 700.000. Di sana ngekos bareng temen bayarnya berdua masing-masing Rp 250.000," jelas Jafar.

Upaya membantu orang tua sempat membuat Jafar mengesampingkan kelanjutan pendidikannya demi fokus mengumpulkan uang.

"Dulunya sih enggak ada kepikiran buat sekolah lagi gitu, ya langsung kerja. Pengin ngumpulin uang aja, biar enggak jadi beban aja sih," ujar Jafar.

Namun, kendala administrasi berupa ketiadaan ijazah tingkat menengah atas menghambat kesempatannya untuk meraih penghasilan yang lebih tinggi.

"Susah dapet kerja, makanya ini ngejar ijazah," jelas Jafar.

Selama menempuh proses pembelajaran di PKBM kelak, Jafar tetap berniat mencari kerja paruh waktu demi meringankan beban finansial orang tuanya.

"Rencananya sih mau sambil nyari-nyari kerjaan aja sih. Biar enggak nyusahin orangtua lah," tegas Jafar.

Jafar memproyeksikan diri untuk bisa bekerja di lingkungan perkantoran setelah berhasil menyelesaikan program Paket C.

"Minatnya sih jadi di kantor, enaknya sih dari kantor yang gedung tinggi ya kayaknya gajinya gede," ucap Jafar.

Ia juga menyatakan keyakinannya untuk bersaing di dunia kerja tanpa merasa rendah diri menghadapi lulusan dari jalur formal.

"Soalnya kerja dari skill ya, bukan dari ijazah ya," kata Jafar.

Keputusan kembali bersekolah ini mendapat dorongan penuh dari sang ibu, Nur Ainun (45), setelah Jafar mengalami pengurangan tenaga kerja di tempat kerja sebelumnya.

"Pas kebeneran saya ngelihat status ibu kader, 'oh ada program ini, Jafar. Mau enggak sekolah paket, biar dapat ijazah SMA?' terus dijawab 'iya enggak apa-apa deh, Mah'. Dia juga ngerasakan mau ngelamar-ngelamar kerja susah," ujar Nur Ainun.

Faktor keterbatasan ekonomi keluarga menjadi alasan utama Jafar tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA selepas lulus SMP.

"Kan anak saya cuma tamat SMP ya, mau nyari kerja susah. Ya karena ekonomi ya, makanya enggak sekolah lanjut. Makanya alhamdulillah ini ada program gini, ini banget, ngebantu," kata Nur Ainun.

Kondisi keuangan keluarga yang terbatas membuat pemenuhan kebutuhan sekolah formal dirasa sangat memberatkan.

"Keadaan keuangan. Ya kan sekarang sekolah di mana-mana ya bayar ya? Belum baju seragam, ya karena ya itu tadi ekonomi," lanjut Nur Ainun.

Nur Ainun mengungkapkan rasa prihatin atas situasi yang menimpa anak pertamanya karena belum mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang optimal.

"Ya saya mah sebagai orang tua ya, merasa kasihan, 'kok saya sebagai ibu enggak bisa ya ngasih pendidikan?'. Cuma saya mau gimana lagi, memang begini ya keadaannya ya. Mau dipaksain juga saya susah, ya nerima aja deh," ujar Nur Ainun.

Meskipun demikian, dorongan orang tua tersebut disambut positif oleh Jafar yang membulatkan tekad atas kemauan pribadinya sendiri.

"Orangtua sih yang nyaranin. Enggak minder juga, enggak kepaksa juga, emang ada kemauan sendiri," kata Jafar.

Kepala PKBM Tunas Mekar, Siti Maryam, memaparkan bahwa lembaganya menyediakan layanan Paket A, B, dan C secara gratis bagi masyarakat yang putus sekolah.

"Guru dari MAN 2, ada dari MIN Kota Bogor (Madrasah Ibtidaiyah Negeri), ada juga dari MTS Negeri, dari As-Shidqiyyah, ada dari SD Negeri Sukatani. Mata pelajaran juga sama," ungkap Siti Maryam.

Para peserta didik di PKBM ini dijadwalkan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Kamis hingga Sabtu dengan tambahan pembekalan keterampilan digital, public speaking, dan pemasaran.

"Jadi setidaknya ada keterampilan lain gitu selain dapat ijazah, mereka siap gitu untuk menghadapi dunia kerja sama terjun di masyarakat, kayak gitu," jelas Siti Maryam.

Program pelatihan keterampilan tambahan selama tiga bulan tersebut melibatkan kontribusi dan donasi dari para alumni PKBM Tunas Mekar.

"Tapi baru mau berjalan nih. Jadi nanti selama 3 bulan, mereka akan memberikan pelatihan digital, public speaking, sama untuk marketing kayak begitu," tambah Siti Maryam.

Artikel terkait

Rekomendasi