Menteri Luar Negeri Singapura, Dr. Vivian Balakrishnan, mengambil langkah konkret dalam pemanfaatan teknologi dengan merakit asisten kecerdasan buatan (AI) pribadi untuk menunjang tugas diplomatiknya. Langkah ini berbeda dari kebanyakan politisi dunia yang saat ini masih sebatas berwacana mengenai regulasi AI.
Dilansir dari Tekno, asisten pintar tersebut dideskripsikan sebagai "otak kedua" yang membantu pekerjaan sehari-hari. AI racikan Balakrishnan ini mampu melakukan riset topik, menjawab pertanyaan teknis, menyusun draf pidato, hingga memberikan pengarahan harian secara otomatis.
"Sistem ini telah menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya, saya bahkan tidak berani mematikannya!" tulis Balakrishnan yang dikutip dari unggahan media sosial pribadinya.
Sistem asisten virtual ini dibangun menggunakan dua fondasi sumber terbuka (open-source). Fondasi pertama adalah NanoClaw, asisten AI mandiri berbasis model Claude karya pengembang Gavriel Cohen yang dioperasikan secara lokal melalui perangkat Raspberry Pi.
Sistem tersebut terintegrasi langsung dengan berbagai aplikasi perpesanan sang menteri, mulai dari WhatsApp, Telegram, Slack, hingga Discord. Selain itu, Balakrishnan menerapkan pola "LLM Wiki" yang digagas oleh mantan Direktur AI Tesla, Andrej Karpathy.
Metode ini berfungsi mengatasi masalah hilangnya konteks obrolan pada AI. Sistem akan menyerap seluruh draf pidato, artikel, serta kliping web milik Balakrishnan untuk kemudian diekstrak menjadi grafik pengetahuan terstruktur yang menjadikan asisten ini semakin cerdas seiring waktu.
Keamanan Data dan Privasi Tingkat Tinggi
Sebagai pejabat negara, Balakrishnan menempatkan privasi data sebagai prioritas utama dalam pengembangan sistem ini. Arsitektur teknis yang ia bagikan menunjukkan penggunaan tiga lapisan desain yang sangat tertutup untuk mencegah kebocoran informasi.
Penyimpanan informasi dilakukan menggunakan alat khusus bernama Mnemon dalam database SQLite, yang kemudian dikonversi menjadi halaman wiki pada aplikasi Obsidian di macOS dan iOS. Seluruh proses pencarian semantik berjalan lokal menggunakan platform Ollama pada Raspberry Pi 5.
Pemrosesan pesan suara juga dilakukan secara internal di dalam perangkat menggunakan whisper.cpp untuk memastikan percakapan rahasia tidak menyentuh server pihak ketiga. Setiap grup obrolan bahkan memiliki wadah Docker dan memori terisolasi masing-masing untuk menjaga keamanan data.
Implementasi AI di Pemerintahan Global
Bagi Balakrishnan, AI merupakan teknologi yang harus segera dirakit dan dimanfaatkan, bukan sekadar diperdebatkan secara abstrak. Ia meyakini bahwa diplomat yang mampu bekerja sama dengan AI akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.
"Diplomat yang belajar bekerja sama dengan AI akan memiliki keunggulan yang sangat berarti, dan saya rasa keunggulan itu dimulai dari sekarang," tutur Balakrishnan.
Tren adopsi AI di pemerintahan mulai terlihat di berbagai negara. Albania dilaporkan telah memberikan asisten AI kepada anggota parlemen dan menunjuk bot AI bernama Daella untuk mencegah korupsi tender. Sementara di Eropa, pemerintah Polandia aktif mengunggah data serta model bahasa lokal di platform open-source.