Sebanyak 2.955 pendaftar berhasil meloloskan diri sebagai mahasiswa baru di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026, Senin (25/5).
Jumlah peserta yang lolos tersebut menyisihkan ribuan saingan dari total keseluruhan pendaftar jalur SNBT yang mencapai angka 37.074 orang, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., menyampaikan ucapan selamat bagi seluruh peserta yang berhasil lolos pada jalur ujian tertulis nasional ini.
Pihak universitas juga mengimbau agar para peserta yang belum berhasil menembus seleksi nasional tidak berkecil hati karena kampus masih menyediakan kesempatan masuk lewat jalur seleksi mandiri.
"Bagi para peserta yang belum beruntung di jalur SNBT 2026, jangan berkecil hati. Kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari Kampus Bela Negara masihterbuka lebar melalui jalur Seleksi Mandiri," ujar Machya, Senin (25/5).
Kesempatan untuk kuliah di UPN "Veteran" Yogyakarta ini terbagi dalam dua skema Seleksi Mandiri, yakni Jalur Bela Negara 1 yang pendaftarannya dibuka sampai tanggal 2 Juni 2026 dan Jalur Bela Negara 2 yang terjadwal pada 1 hingga 15 Juli 2026.
Bagi para calon mahasiswa baru yang sudah dinyatakan lolos lewat jalur SNBT 2026, pihak panitia penerimaan mewajibkan mereka untuk segera melakukan proses daftar ulang atau herregistrasi.
"Apabila peserta dinyatakan lolos, wajib melakukan registrasi sesuai timeline yang sudah ditentukan oleh panitia PMB UPN ÔÇ£VeteranÔÇØ Yogyakarta. Bagi peserta yang tidak melakukan registrasi dinyatakan mengundurkan diri", tegas Machya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi.
Tingkat persaingan masuk universitas ini bervariasi dengan keketatan tertinggi pada program Diploma Rumpun Saintek berada di Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Tiga dengan persentase angka 2,55%.
Sementara pada jenjang Sarjana Rumpun Saintek, keketatan tertinggi ditempati oleh S1 Teknik Pertambangan sebesar 3,42%, dan pada Rumpun Soshum diraih oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana yang menjadi prodi paling banyak diminati dengan angka keketatan mencapai 7,77%.
"Tingkat keketatan tertinggi berada pada Program Studi Teknik Kimia ProgramDiploma Tiga, yakni sebesar 2,55%, Program Sarjana Saintek ProgramSarjanaTeknik Pertambangan sebesar 3,42%, dan rumpun Soshum ProgramStudi IlmuKomunikasi Program Sarjana mencapai 7,77%." ujar Wakil Rektor Bidang Akademikdan Sistem Informasi, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si.