Unitree Robotics Jual Robot Humanoid Murah Mulai Rp 85 Juta

Unitree Robotics Jual Robot Humanoid Murah Mulai Rp 85 Juta
Foto: Ilustrasi Unitree Robotics Jual Robot Humanoid Murah Mulai Rp 85 Juta.

Unitree Robotics, perusahaan teknologi asal China, secara resmi mulai memasarkan robot humanoid paling terjangkau melalui platform global AliExpress milik Alibaba Group Holding Ltd.

Langkah ekspansi internasional ini dilakukan di tengah persaingan ketat industri robotika dunia, yang juga melibatkan pemain besar seperti Tesla Inc. milik Elon Musk.

Dilansir dari Detik Finance, strategi pemasaran agresif Unitree bersama Alibaba ini berlangsung menjelang rencana penawaran umum perdana atau IPO senilai 4,2 miliar yuan atau setara US$ 615 juta di Star Market Shanghai.

Produsen tersebut menawarkan robot humanoid Model R1 dengan harga US$ 8.150 atau sekitar Rp 141,7 juta, dengan asumsi kurs Rp 17.387 per dolar AS.

Selain model utama, Unitree menyediakan varian robot berbentuk manusia dengan dimensi lebih kecil yang dibanderol pada kisaran harga US$ 6.800 atau setara Rp 118,23 juta.

Unitree juga meluncurkan varian R1 Air yang memiliki spesifikasi lebih rendah dengan harga mulai dari US$ 4.900 atau Rp 85,19 juta, yang menjadi standar baru keterjangkauan harga di industri tersebut.

"Robot R1 akan dijual ke pasar termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura melalui AliExpress," kata juru bicara Unitree.

Harga yang ditetapkan perusahaan sudah mencakup biaya impor, bahkan Unitree memberikan layanan pengiriman gratis khusus untuk pasar Amerika Serikat.

Langkah ini dinilai sebagai upaya kompetitif untuk menyaingi dominasi Tesla saat perusahaan milik Elon Musk tersebut masih dalam tahap pengembangan robot humanoid 'Optimus'.

Komersialisasi teknologi robot ground kini telah memasuki fase nyata secara global, termasuk potensi penggunaannya di Indonesia pada sektor pertambangan, migas, hingga manufaktur.

Unitree tercatat telah menjual sekitar 5.500 unit robot humanoid sepanjang tahun 2025, yang sebagian besar dikirimkan ke berbagai universitas serta laboratorium penelitian.

Peningkatan permintaan dari pasar domestik maupun mancanegara berhasil mendorong lonjakan pendapatan perusahaan hingga lebih dari 300% pada tahun lalu.

Keberhasilan ini menempatkan produsen asal China tersebut sebagai pemimpin pasar global dari sisi volume penjualan, melampaui kompetitor asal AS seperti Tesla dan Figure AI.

Artikel terkait

Rekomendasi