Produsen robotika asal China, Unitree, resmi melakukan ekspansi ke pasar Indonesia pada April 2026 dengan menggandeng Halo Robotics sebagai mitra distribusi eksklusif untuk menyediakan teknologi robot humanoid dan quadruped bagi sektor industri strategis nasional.
Langkah ekspansi ini bertujuan untuk mengotomasi tugas-tugas berbahaya di sektor pertambangan, minyak dan gas, hingga manufaktur yang selama ini memiliki risiko tinggi bagi pekerja manusia, sebagaimana dilansir dari Money pada Kamis (30/4/2026).
Managing Director Halo Robotics, Johannes Soekidi, menjelaskan bahwa kebutuhan Indonesia terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan sulit sangat tinggi mengingat luasnya sektor industri di tanah air.
"Indonesia, dengan sektor industri yang sangat besar di pertambangan, minyak dan gas, pertanian perkebunan, serta manufaktur, memiliki kebutuhan langsung terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan berbahaya dan sulit dijangkau," ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics.
Johannes menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari percepatan transformasi Industry 4.0 di Indonesia yang didukung oleh layanan purna jual resmi melalui jaringan Halo Robotics.
"Ini adalah titik balik penting dalam transformasi industri dan Industry 4.0 di Indonesia, dan kami yakin bahwa robot Unitree akan diimplementasikan secara luas di seluruh sektor industri utama, dengan skala yang terus bertumbuh didukung oleh pusat layanan purna jual resmi di Indonesia melalui Halo Robotics," ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics.
Global Sales Director Unitree, Irving Chen, memproyeksikan Indonesia akan segera masuk dalam daftar sepuluh besar pasar global mereka karena kecepatan perusahaan domestik dalam mengadopsi teknologi baru.
"Selain menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan selisih yang sangat jauh, kami juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia cepat mengadopsi teknologi baru, dan kerap menghadapi tantangan signifikan di bidang logistik, keselamatan, serta biaya yang dapat diatasi dengan teknologi robotika dan AI," ujar Irving Chen, Global Sales Director Unitree.
Unitree saat ini tercatat menguasai 70 persen pangsa pasar global untuk robot quadruped dan telah mengirimkan lebih dari 5.500 unit humanoid sepanjang tahun 2025 ke seluruh dunia.
Persaingan di industri ini juga melibatkan Tesla milik Elon Musk yang menjadwalkan produksi robot humanoid Optimus pada kuartal II 2026 di pabrik Fremont dengan target kapasitas jutaan unit per tahun.
"Kami kemungkinan akan membuat Optimus berguna di luar Tesla mulai tahun depan," ujar Elon Musk, Pemilik Tesla.
Meskipun Musk melihat peluang bernilai triliunan dolar, analis Bank of America, Alexander Perry, memprediksi pengiriman robot humanoid global baru akan mencapai angka 10 juta unit pada tahun 2035 mendatang.