Donald Trump Peringatkan Iran Segera Ambil Keputusan Diplomatik

Donald Trump Peringatkan Iran Segera Ambil Keputusan Diplomatik
Foto: Ilustrasi Donald Trump Peringatkan Iran Segera Ambil Keputusan Diplomatik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran melalui akun Truth Social miliknya pada Minggu (17/5) waktu setempat. Ketegangan diplomatik yang meningkat memicu desakan agar Teheran segera mengambil keputusan cepat terkait konflik regional.

Dilansir dari Media Indonesia, ketegangan ini terjadi di tengah upaya penyelesaian konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sebelum mengunggah peringatan tersebut, Donald Trump dilaporkan telah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas perkembangan situasi terkini.

"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting!" tulis Trump.

Gedung Putih saat ini tengah mempertimbangkan sejumlah opsi taktis, termasuk kemungkinan aksi militer baru terhadap Teheran. Pihak Israel sendiri langsung merespons situasi ini dengan menggelar rapat kabinet pada malam harinya guna membahas berbagai front konflik yang sedang dihadapi negara tersebut.

Media AS Axios melaporkan bahwa Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih pada Selasa mendatang. Pertemuan tersebut diagendakan khusus untuk mengevaluasi opsi militer yang tersedia berdasarkan informasi dari dua pejabat Amerika Serikat.

Sebelumnya, Iran, Amerika Serikat, dan Israel sempat menyepakati gencatan senjata pada 8 April setelah konflik selama 40 hari. Konflik tersebut dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Upaya perdamaian sebenarnya telah diinisiasi melalui satu putaran pembicaraan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11ÔÇô12 April. Namun, perundingan antara delegasi Iran dan Amerika Serikat tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret hingga kedua pihak saling bertukar proposal damai melalui mediasi Pakistan.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa Washington menolak memberikan kompensasi atau membebaskan aset Iran yang dibekukan dalam respons proposal terbaru. Amerika Serikat juga menuntut Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya sebanyak 400 kilogram serta meminta pembatasan jangka panjang terhadap sektor nuklir mereka.

Sebaliknya, Iran menuntut Amerika Serikat menunjukkan itikad baik dengan menghentikan konflik di seluruh lini termasuk Libanon, mencabut sanksi, dan mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz. Respons resmi terhadap proposal Amerika Serikat tersebut telah diserahkan oleh pihak Iran kepada mediator Pakistan pada 10 Mei.

Artikel terkait

Rekomendasi