Donald Trump Batalkan Rencana Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran

Donald Trump Batalkan Rencana Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran
Foto: Ilustrasi Donald Trump Batalkan Rencana Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan militernya untuk membatalkan rencana serangan terhadap Iran demi membuka peluang kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir dari Internasional dari laporan Reuters.

Keputusan pembatalan ini diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang menilai bahwa kesepakatan tanpa jalur kekerasan masih sangat mungkin dicapai.

"Kami TIDAK akan melakukan serangan yang dijadwalkan terhadap Iran besok, tetapi saya juga telah memerintahkan mereka untuk siap melaksanakan serangan besar-besaran kapan saja jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai," ujar Trump.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan merasa puas apabila berhasil mencapai kesepakatan yang dapat mencegah Iran memperoleh senjata nuklir di masa depan.

"Ada peluang yang sangat baik mereka bisa mencapai kesepakatan. Jika bisa tanpa perlu pengeboman, saya akan sangat senang," katanya.

Meskipun demikian, Reuters mencatat tidak ada serangan yang secara resmi diumumkan sebelumnya, dan pihak media belum bisa memastikan kebenaran adanya persiapan serangan militer tersebut.

Di sisi lain, komunikasi antara kedua belah pihak yang bertikai selama ini dijembatani oleh Pakistan, di mana Kementerian Luar Negeri Iran telah menyampaikan pandangan Teheran kepada Amerika Serikat melalui Islamabad.

"Para pihak terus mengubah target mereka. Kami tidak punya banyak waktu," ujar sumber tersebut.

Sementara itu, situasi di lapangan masih terus berkembang di bawah bayang-bayang gencatan senjata yang rapuh setelah konflik di kawasan tersebut berlangsung selama enam minggu.

Pihak militer tertinggi Iran sendiri tetap bersikap keras dan menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka berada dalam kondisi yang jauh lebih siap serta siap merespons setiap serangan baru dari Amerika Serikat secara cepat.

Berdasarkan laporan lain, proposal perdamaian dari Iran mencakup poin-poin seperti penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pelonggaran sanksi maritim, ditambah adanya rumor pelonggaran posisi Washington terkait pembebasan sebagian dana Iran yang dibekukan, meskipun pihak Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kesepakatan apa pun.

Artikel terkait

Rekomendasi