Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi dinobatkan sebagai Mitra Pendukung Pembangunan Konektivitas di Wilayah 3T pada malam penganugerahan Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata TNI dalam memperkuat literasi dan jaringan digital di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dilansir dari Detik iNET, TNI berperan krusial dalam mengawal keamanan pembangunan BTS Bakti Komdigi, khususnya di wilayah Papua.
Eksistensi personel militer di lapangan memastikan pengerjaan infrastruktur telekomunikasi tetap berjalan meskipun berada di lokasi dengan tantangan geografis dan keamanan yang tinggi. Pihak TNI menekankan komitmen lembaga dalam mendukung program strategis pemerintah tersebut.
"Dalam konteks mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, kami sendiri TNI harus hadir disitu," sebut pihak TNI beberapa waktu yang lalu.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa ketersediaan infrastruktur konektivitas di wilayah 3T merupakan elemen penting dari pertahanan nasional. Sinergi antara kementerian dan militer terbukti efektif dalam menghubungkan daerah terisolasi.
"Kemkomdigi membangun konektivitas di daerah Papua bekerja sama dengan teman-teman TNI, khususnya yang bertugas di sana," kata Meutya dalam Pembekalan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVI Seskoad TA 2025 di Bandung, Kamis (07/08/2025).
Meutya juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan TNI dalam memetakan koordinat strategis untuk penempatan infrastruktur. Selain aspek teknis, faktor keamanan aset negara di wilayah konflik menjadi fokus utama kolaborasi ini.
"Ini contoh kolaborasi Kementerian Komdigi dan TNI yang akan terus berlanjut," ujarnya.
Selain pembangunan jangka panjang, kolaborasi ini juga mencakup penanganan darurat di wilayah bencana. Tim Bakti Komdigi dan TNI baru-baru ini memobilisasi perangkat internet satelit SATRIA-1 untuk memulihkan komunikasi di wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.