Tim Cook secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan CEO Apple yang akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan selama hampir 15 tahun di raksasa teknologi dunia tersebut.
Dikutip dari Tekno, Cook telah menakhodai Apple sejak 24 Agustus 2011, menggantikan posisi Steve Jobs yang saat itu mengalami penurunan kondisi kesehatan. Di bawah kendalinya, perusahaan mengalami pertumbuhan nilai yang sangat signifikan.
Valuasi Apple meroket tajam dari 350 miliar dollar AS pada awal masa jabatan Cook hingga berhasil menembus angka 4 triliun dollar AS. Transformasi ini menjadikannya salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah industri teknologi modern.
Perjalanan karier Cook di Apple sebenarnya telah dimulai jauh sebelum ia menjadi CEO, tepatnya pada 1998 setelah direkrut langsung oleh Steve Jobs. Ia meninggalkan posisi wakil presiden di Compaq untuk bergabung dengan Apple yang kala itu belum stabil.
Cook kemudian menjabat sebagai Senior Vice President bidang Operasi dan melakukan perombakan besar pada model manufaktur perusahaan. Ia memindahkan proses produksi dari pabrik internal ke mitra perakitan di Tiongkok, seperti Foxconn.
Strategi tersebut memberikan fleksibilitas tinggi bagi Apple untuk menekan biaya produksi dan beradaptasi dengan inovasi teknologi baru secara cepat. Pada 2005, prestasinya membawa Cook menduduki posisi Chief Operating Officer (COO).
Masa Transisi dan Puncak Kepemimpinan
Sebelum resmi menjadi pemimpin tertinggi, Cook sempat menjadi CEO sementara pada 2009 ketika Steve Jobs menjalani cuti medis. Kepercayaan Jobs terhadap kemampuan Cook dibuktikan melalui surat rekomendasi resmi kepada dewan direksi pada Agustus 2011.
Di tangan Cook, Apple mencatatkan sejarah sebagai perusahaan Amerika Serikat pertama yang mencapai valuasi 1 triliun dollar AS pada 2018. Angka tersebut terus meningkat hingga menyentuh 3 triliun dollar AS pada 2022 dan 4 triliun dollar AS di masa akhir jabatannya.
Pendapatan tahunan perusahaan juga mengalami lonjakan luar biasa. Dari 108 miliar dollar AS di awal kepemimpinannya, Apple berhasil mencatatkan pendapatan lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025.
Inovasi Produk dan Ekspansi Layanan
Meskipun sering dikenal sebagai ahli rantai pasokan, Cook berhasil meluncurkan lini produk revolusioner seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro. Ia juga memimpin transisi besar penggunaan chip Intel ke Apple Silicon buatan sendiri sejak 2020.
Selain perangkat keras, Cook memperkuat ekosistem melalui divisi Layanan yang mencakup App Store, Apple Music, hingga Apple TV+. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pendapatan perusahaan di tengah fluktuasi pasar ponsel pintar.
Akuisisi strategis juga menjadi kunci pertumbuhan, seperti pembelian Beats Electronics senilai 3 miliar dollar AS dan bisnis modem Intel seharga 1 miliar dollar AS. Setiap langkah diambil untuk memperkuat kemandirian teknologi Apple.
Warisan dan Penunjukan CEO Baru
Apple mengumumkan bahwa posisi CEO akan diserahkan kepada John Ternus, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering. Ternus telah menjadi bagian dari internal Apple sejak tahun 2001.
Setelah melepas jabatan CEO pada September mendatang, Tim Cook tetap berada di lingkungan perusahaan. Ia dijadwalkan beralih peran menjadi Executive Chairman di dewan direksi Apple.
Warisan kepemimpinan Cook dinilai terletak pada kemampuannya mengoptimalkan efisiensi dan memperluas skala bisnis perusahaan. Ia berhasil menyempurnakan fondasi yang ditinggalkan pendahulunya menjadi kekuatan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.