Tesla mengumumkan rencana memulai persiapan lini produksi robot humanoid Optimus pada kuartal II tahun ini melalui laporan kinerja kuartal I. Perusahaan akan mengonversi jalur perakitan Model S dan Model X di pabrik Fremont, Amerika Serikat, menjadi fasilitas produksi robot perdana.
Pembangunan pabrik skala besar ini menjadi langkah awal Tesla untuk mencapai target kapasitas produksi satu juta unit robot per tahun. Informasi mengenai ambisi besar perusahaan otomotif listrik tersebut dilansir dari Money pada Kamis (23/4/2026).
Produsen otomotif pimpinan Elon Musk ini memproyeksikan ekspansi lebih luas dengan membangun lini produksi generasi kedua di Gigafactory Texas. Fasilitas di Texas tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 10 juta robot per tahun dalam jangka panjang guna memenuhi kebutuhan operasional internal maupun eksternal.
Musk menjelaskan bahwa penggunaan robot Optimus akan diintegrasikan langsung dalam proses manufaktur Tesla sendiri. Teknologi ini dipersiapkan untuk menangani tugas-tugas operasional termasuk pembuatan baterai kendaraan listrik.
"Kami kemungkinan akan membuat Optimus berguna di luar Tesla mulai tahun depan," ujar Musk, Elon Musk.
Target komersialisasi tersebut merupakan upaya Tesla mengamankan pangsa pasar sebelum kompetitor global semakin mendominasi. Perusahaan saat ini bersaing dengan pengembang teknologi serupa seperti Boston Dynamics, Figure AI, serta berbagai perusahaan robotika asal China.
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa Optimus dikembangkan menggunakan landasan embodied AI yang terintegrasi. Sistem ini menggunakan lapisan kecerdasan buatan yang serupa dengan penggerak fitur Full Self-Driving (FSD) pada kendaraan produksi mereka.
Meskipun jadwal produksi telah ditetapkan, Tesla masih menghadapi tantangan terkait peluncuran generasi terbaru robot tersebut. Model Optimus V3 yang semula dijadwalkan muncul pada April terpaksa mengalami penundaan jadwal rilis ke publik.
Musk mengatakan peluncuran Optimus V3 kemungkinan diundur ke akhir Juli atau Agustus, bertepatan dengan dimulainya produksi, ujar Musk, Elon Musk.
Penundaan ini disebut sebagai langkah strategis perusahaan untuk melindungi desain teknis dari persaingan industri. Tesla memprediksi bisnis robotika ini akan memberikan peluang ekonomi yang sangat besar hingga triliunan dollar AS di masa depan.
Sektor keuangan memberikan pandangan yang lebih berhati-hati terhadap dampak ekonomi langsung dari proyek robotika tersebut. Analis Bank of America, Alexander Perry, menilai kontribusi pendapatan dari Optimus masih terbatas dalam periode jangka pendek.
Proyeksi pengiriman robot humanoid secara global diperkirakan baru menyentuh angka 1,2 juta unit pada 2030. Namun, angka tersebut diprediksi melonjak hingga 10 juta unit pada 2035 seiring dengan kematangan teknologi dan permintaan pasar.