PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) merespons maraknya tawaran layanan internet rumah murah seharga Rp100.000 per bulan dengan memperkuat nilai tambah layanan broadband ketimbang melakukan perubahan harga secara masif. Langkah strategis ini disampaikan oleh perusahaan di Jakarta pada Selasa (21/4/2026), sebagaimana dilansir dari Teknologi.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan perusahaan dalam menghadapi kompetisi pasar. Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memberikan solusi internet yang terintegrasi dengan gaya hidup digital pelanggan.
ÔÇ£Fokus kami saat ini bukan reposisi harga, melainkan terus memperkuat nilai tambah layanan broadband kami sebagai solusi internet nirkabel berkualitas yang mengedepankan kebebasan bagi pelanggan dengan nilai tambah melalui bundling berlangganan layanan digital lifestyle lainnya,ÔÇØ kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Peningkatan kualitas ini diwujudkan melalui berbagai penyegaran skema harga nasional dan peningkatan kecepatan internet pada level entry. Fahmi menyebutkan bahwa Telkomsel juga menyederhanakan produk dan memperluas akses layanan dengan tetap mempertimbangkan segmentasi pelanggan serta kondisi ekonomi makro.
ÔÇ£Kami juga terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan bernilai tambah melalui strategi dual-track: disiplin eksekusi dan penawaran rumah tangga yang fit-for-purpose,ÔÇØ kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Perusahaan membagi portofolio layanan internet rumah ke dalam tiga merek utama untuk menyasar segmen yang berbeda. IndiHome tetap menjadi andalan untuk koneksi serat optik (fiber), sementara Orbit dan EZnet diposisikan untuk mengisi segmen internet nirkabel dan akses yang lebih terjangkau.
Layanan Orbit ditujukan sebagai solusi nirkabel premium yang fleksibel dengan menyertakan paket bundling aplikasi streaming video dan layanan produktivitas. Hal ini memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk mengatur masa aktif dan kuota secara instan.
Di sisi lain, EZnet dihadirkan bagi pelanggan yang sangat memprioritaskan keterjangkauan harga tanpa mengorbankan keandalan koneksi. Produk ini tersedia dalam teknologi kabel fiber maupun fixed wireless access (FWA).
Persaingan di pasar internet murah ini dipicu oleh masuknya pemain baru yang memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz dari Kementerian Komunikasi dan Digital. PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Surge) dan MyRepublic tercatat telah meluncurkan paket internet 100 Mbps dengan biaya Rp100.000 per 30 hari.
Surge memulai komersialisasi program Internet Rakyat (IRA) pada 19 Februari 2026 dengan menargetkan wilayah Jawa, Papua, dan Maluku. Sementara itu, MyRepublic menghadirkan MyRepublic Air untuk menjangkau wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi setelah memenangkan lelang pita frekuensi pada Oktober 2025.