PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai bagi pelanggan dan keberlanjutan industri dalam merespons posisi harga internet Indonesia yang tercatat termurah kedua di Asia Tenggara pada Selasa (28/4/2026).
Keterjangkauan harga dipandang sebagai pencapaian positif untuk inklusi digital, namun penyedia layanan tetap berfokus pada kualitas koneksi. Dilansir dari Teknologi, posisi Indonesia secara global berada di peringkat ke-12 dari 214 negara berdasarkan laporan Global Broadband Price League 2026.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa strategi penetapan harga layanan broadband harus selalu selaras dengan manfaat yang diterima oleh masyarakat luas di seluruh wilayah operasional.
ÔÇ£Pendekatan harga dalam layanan broadband selalu selaras dengan value yang dirasakan pelanggan,ÔÇØ kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Fahmi menjelaskan bahwa faktor utama dalam pengalaman pelanggan mencakup kecepatan, stabilitas koneksi, hingga konsistensi layanan secara menyeluruh. Hal ini menjadi landasan dalam menetapkan harga sebagai bagian dari proposisi nilai perusahaan yang berkelanjutan.
Pihaknya juga berkomitmen meningkatkan kualitas internet nasional melalui optimalisasi model operasional dan pemanfaatan aset jaringan secara efektif untuk memperkuat daya saing global Indonesia di masa mendatang.
ÔÇ£Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung peningkatan kualitas internet nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,ÔÇØ kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Integrasi layanan melalui strategi Fixed Mobile Convergence (FMC) menjadi langkah penguatan ekosistem digital yang menghubungkan layanan mobile dan fixed broadband. Kolaborasi dengan mitra ekosistem diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi gaya hidup digital pengguna.
ÔÇ£Dengan demikian, pelanggan memperoleh konektivitas sekaligus nilai tambah yang memberikan dampak nyata dalam mendukung produktivitas, hiburan, dan gaya hidup digital mereka,ÔÇØ kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Data laporan menunjukkan harga rata-rata internet di Indonesia sebesar US$10,66 atau Rp183,1 ribu, berada di bawah Vietnam yang memimpin dengan harga US$10,24 atau sekitar Rp176,6 ribu per bulan.
Meskipun unggul dari sisi harga, kualitas kecepatan internet Indonesia masih tercatat rendah yakni rata-rata 31,2 Mbps dengan biaya per Mbps mencapai US$0,34 atau Rp5.900. Angka ini jauh di atas Singapura yang biaya per Mbps-nya hanya US$0,08 dengan kecepatan mencapai 410 Mbps.
| Negara | Harga Rata-rata (USD) | Kecepatan Rata-rata (Mbps) | Biaya per Mbps (USD) |
|---|---|---|---|
| Vietnam | US$10,24 | Tidak disebutkan | Tidak disebutkan |
| Indonesia | US$10,66 | 31,2 Mbps | US$0,34 |
| Singapura | US$32,22 | 410 Mbps | US$0,08 |
| Thailand | Tidak disebutkan | 272,6 Mbps | Rendah |