PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mempercepat ekspansi jaringan generasi kelima atau 5G ke 107 kota di Indonesia pada Kamis (30/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengantisipasi lonjakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.
Perluasan infrastruktur ini menandakan pertumbuhan sebesar 33,7 persen dibandingkan pencapaian akhir tahun 2025 yang mencakup 80 kota. Dilansir dari Teknologi, perusahaan telekomunikasi tersebut memproyeksikan penambahan 27 kota baru sebagai fokus utama pengembangan sepanjang tahun ini.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ekspansi tetap memprioritaskan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Sebaran titik jaringan akan mencakup kota-kota besar mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
"Akan ada penambahan sekitar 27 kota baru sepanjang tahun ini. Strategi pemilihan kota tetap berfokus pada wilayah dengan populasi tinggi dan kota-kota besar di seluruh Indonesia," ujar Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.
Penyebaran jaringan ini meliputi wilayah strategis seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Makassar, hingga Bali. Kendati mulai merata ke luar Pulau Jawa, Indra menyebut konsentrasi infrastruktur tetap terpusat di Jawa karena menampung hampir 60 persen populasi nasional.
"Di kota-kota besar, terutama kan kalau secara teknologi kebetulannya pasti yang di kota-kota besar," kata Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa konsumsi data saat ini masih didominasi oleh konten video, terutama melalui aplikasi TikTok. Meski demikian, kehadiran teknologi kecerdasan buatan diyakini akan mengubah pola penggunaan data masyarakat karena membutuhkan konektivitas yang lebih cepat dan kapasitas besar.
Pemanfaatan teknologi 5G dinilai memberikan keunggulan efisiensi spektral yang jauh lebih maju dibandingkan teknologi 4G. Hal tersebut secara teknis berdampak pada penurunan biaya produksi data yang harus ditanggung oleh pihak operator telekomunikasi.
"With bandwidth dan throughput yang lebih besar, meskipun biaya operasional serupa, hasil yang didapatkan jauh lebih baik dibanding 4G. Secara keseluruhan, biaya per gigabyte (cost per gigabyte) akan turun," tutur Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.
Optimasi biaya per bit menjadi faktor krusial bagi operator di tengah tren penurunan tarif data dan peningkatan trafik yang masif. Melalui infrastruktur 5G, Telkomsel berupaya mendukung penggunaan aplikasi masa depan tanpa memberikan beban berlebih pada biaya operasional perusahaan.