Telkomsel Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Perkuat Jaringan

Telkomsel Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Perkuat Jaringan
Foto: Ilustrasi Telkomsel Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Perkuat Jaringan.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyatakan minat serius untuk mengikuti lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan pemerintah pada Rabu (29/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna menopang lonjakan trafik data sekaligus menjaga kualitas layanan bagi lebih dari 150 juta pelanggan di Indonesia.

Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna menjelaskan bahwa penambahan spektrum merupakan kebutuhan mendesak bagi perusahaan. Hingga kuartal III/2025, emiten telekomunikasi ini tercatat melayani 157 juta pelanggan dengan modal pita frekuensi selebar 165 MHz, sebagaimana dilansir dari Teknologi.

Rasio beban jaringan Telkomsel terlihat lebih padat jika disandingkan dengan pesaing terdekatnya. Indosat yang berada di posisi kedua mengelola 135 MHz frekuensi untuk melayani jumlah pelanggan yang terpaut 62 juta lebih sedikit dibandingkan total pengguna Telkomsel saat ini.

"Sesuai dengan minat kami, dua-duanya tentunya berminat," ujar Indra kepada Bisnis.

Terkait teknis perebutan blok, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. ini masih menutup rapat mengenai rencana jumlah blok yang akan diambil. Meskipun regulasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengizinkan satu operator memenangkan lebih dari satu blok pada masing-masing pita frekuensi.

"Kalau itu terlalu detail ya. Jadi tentunya kita berminat baik 700 MHz dan 2,6 GHz karena itu tentunya akan memberikan tambahan resource buat Telkomsel untuk memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat," tutur Indra.

Pemanfaatan kedua spektrum tersebut memiliki fungsi teknis yang berbeda namun bersifat komplementer. Pita 700 MHz difokuskan untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah pelosok, sementara pita 2,6 GHz diproyeksikan untuk meningkatkan kapasitas data di area perkotaan yang padat.

Selain peningkatan performa teknis, ekspansi ini bertujuan untuk menekan biaya operasional melalui efisiensi teknologi 5G. Penggunaan pita baru tersebut diharapkan mampu menurunkan biaya produksi per gigabyte dibandingkan dengan penggunaan teknologi generasi seluler sebelumnya.

Berdasarkan data teknis pelelangan, pemerintah menawarkan total tiga blok pada pita 700 MHz dengan skema FDD yang terdiri dari satu blok 30 MHz dan dua blok 20 MHz. Sementara pada pita 2,6 GHz tersedia tiga blok bermoda TDD dengan kapasitas masing-masing sebesar 80 MHz, 60 MHz, dan 50 MHz.

Aturan main yang ditetapkan Komdigi memungkinkan satu operator menguasai maksimal dua blok dari tiap pita. Secara teoretis, seorang pemenang lelang berpotensi mengamankan tambahan frekuensi hingga 40 MHz di pita 700 MHz serta 140 MHz di pita 2,6 GHz.

Artikel terkait

Rekomendasi