Dolar AS Menguat, Telkomsel Andalkan Efisiensi dan Layanan Broadband

Dolar AS Menguat, Telkomsel Andalkan Efisiensi dan Layanan Broadband
Foto: Ilustrasi Dolar AS Menguat, Telkomsel Andalkan Efisiensi dan Layanan Broadband.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini menjadi perhatian serius bagi industri telekomunikasi nasional. Kondisi fluktuasi mata uang ini berpotensi memengaruhi biaya pengadaan perangkat jaringan serta investasi teknologi yang komponennya masih berbasis valuta asing.

Seperti dilansir dari Detik iNET, industri telekomunikasi dinilai relatif lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi. Hal tersebut terjadi karena permintaan masyarakat terhadap layanan digital terus tumbuh dan telah bertransformasi menjadi kebutuhan utama.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Abdullah Fahmi mengatakan, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu faktor eksternal yang perlu dikelola oleh industri telekomunikasi. Fahmi menjelaskan kebutuhan pengadaan perangkat jaringan dan teknologi masih memiliki keterkaitan dengan mata uang asing.

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dikelola oleh industri telekomunikasi, mengingat sebagian kebutuhan seperti pengadaan perangkat jaringan maupun teknologi masih memiliki komponen berbasis valuta asing," ujar Fahmi kepada detikINET, Kamis (21/5/2026).

Fahmi menambahkan, industri telekomunikasi untuk saat ini masih memiliki fundamental yang cukup kuat di tengah tekanan nilai tukar karena didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dan internet. Langkah antisipasi dijalankan melalui manajemen keuangan yang cermat.

Bagi Telkomsel, fluktuasi nilai tukar disebut menjadi bagian dari dinamika bisnis yang diantisipasi melalui sejumlah strategi, mulai dari perencanaan keuangan yang prudent hingga optimalisasi biaya operasional. Efisiensi terus dilakukan demi menjaga kualitas layanan agar tetap kompetitif.

"Telkomsel mengantisipasi melalui perencanaan keuangan yang prudent, optimalisasi biaya, serta pengelolaan investasi yang lebih selektif dan terarah," katanya.

Perusahaan juga berupaya mempertahankan performa bisnis yang berkelanjutan. Strategi efisiensi tersebut terbukti mampu menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap solid sepanjang tahun 2025 dengan profitabilitas yang menunjukkan tren perbaikan pada semester kedua.

Fahmi mengatakan strategi tersebut tercermin dari kinerja perusahaan sepanjang 2025 yang tetap solid dengan profitabilitas terjaga dan menunjukkan tren perbaikan pada semester kedua tahun ini. Fokus ke depan mengarah pada pemanfaatan teknologi baru.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, Telkomsel mengaku akan tetap fokus memperkuat layanan broadband, mengembangkan ekosistem digital, serta memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Ke depan, kami akan tetap focus pada penguatan layanan broadband, pengembangan ekosistem digital, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah berbagai dinamika eksternal," jelasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi