Telkomsel berhasil memperkuat kinerja bisnis mereka sepanjang tahun 2025 melalui fokus pada penyediaan layanan digital yang berkualitas dan bernilai bagi pelanggan. Langkah strategis ini diambil guna menghadapi dinamika industri telekomunikasi yang penuh tantangan, seperti dikutip dari Detik iNET.
Optimalisasi portofolio layanan, penyederhanaan produk, serta penyesuaian harga menjadi pilar utama penyokong kinerja tersebut. Strategi ini mulai membuahkan hasil positif pada paruh kedua 2025, dengan pertumbuhan laba bersih kuartalan sebesar 14,7 persen dan peningkatan EBITDA mencapai 5,4 persen.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan 2025 menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah tantangan industri telekomunikasi.
"Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Sepanjang tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan total sebesar Rp109,3 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Transformasi bisnis ini didorong oleh kontribusi layanan digital yang mencakup lebih dari 95 persen dari pendapatan mobile, serta kenaikan traffic data sebesar 15 persen secara tahunan.
Penerapan strategi berorientasi kualitas juga membuat basis pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pengguna, diikuti kenaikan ARPU menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun. Di sektor layanan konvergensi, tingkat penetrasi kini menyentuh angka 59 persen dengan jumlah pelanggan fixed broadband melampaui 10 juta orang.
Ekosistem digital yang dibangun juga diarahkan untuk memberi dampak sosial yang inklusif. Inisiatif tersebut berhasil mendorong peningkatan omzet rata-rata UMKM hingga 32 persen, membuka lebih dari 685 ribu lapangan kerja baru, serta memperluas jaringan ke wilayah 3T melalui BTS USO.
Atas berbagai inovasi dan kualitas layanannya, Telkomsel meraih sejumlah penghargaan internasional sepanjang 2025. Penghargaan tersebut meliputi Ookla Speedtest AwardsÔäó, Global GTI Awards, serta apresiasi atas integrasi kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi MyTelkomsel dari Glotel, TM Forum, dan Gartner.
"Kami meyakini bahwa pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala, tetapi oleh kemampuan menghadirkan layanan yang bernilai, pengalaman yang konsisten, serta keberlanjutan bisnis yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pelanggan dan ekosistem digital nasional," tambah Nugroho.
Kualitas operasional saat ini didukung oleh infrastruktur jaringan yang semakin kuat dengan total lebih dari 293 ribu BTS yang aktif mengudara. Langkah ini sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui konektivitas broadband yang lebih andal dan merata.
"Karena itu, Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai," tutup Nugroho.