PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan tahap akhir atau Awarding Day program Bumi Berseru Fest 2025. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
Program kolaboratif berbasis inovasi teknologi ini dirancang sebagai platform yang tidak hanya mengedepankan kompetisi. Fokus utamanya adalah mengakselerasi implementasi solusi lingkungan yang konkret untuk diterapkan langsung di tengah masyarakat luas.
Urgensi mitigasi lingkungan ini didasari pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Tercatat sebanyak 13,4% dari total 84.139 desa atau kelurahan di Indonesia telah terpapar setidaknya satu jenis pencemaran lingkungan.
Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk akses air bersih, kesehatan, hingga keberlanjutan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi komprehensif seperti yang diinisiasi melalui program Bumi Berseru Fest.
Dikutip dari Suara, antusiasme terhadap program ini sangat tinggi dengan partisipasi lebih dari 2.200 pendaftar dari berbagai wilayah. Setelah melalui seleksi ketat, 83 tim mengikuti sesi pitching daring dan 47 tim terbaik mendapatkan pendanaan serta pendampingan.
Selama masa implementasi tiga bulan, para peserta menjalankan inisiatif lingkungan langsung di lapangan. Telkom memberikan mentoring intensif, penguatan kapasitas, dan evaluasi berkala guna memastikan dampak solusi yang dihasilkan tepat sasaran dan terukur.
Penghargaan diberikan kepada inovator di berbagai kategori. Pada kategori Teknologi Hijau, apresiasi diberikan kepada Carbon Circle Community dan Satu Banten atas inovasi yang mereka kembangkan dalam mendukung ekosistem rendah karbon.
Kategori Aksi untuk Bumi dibagi menjadi beberapa sub-kategori. Untuk sub-kategori Air, pemenangnya adalah Hima Biologi, Blue Triangle Conservation, serta Kelompok Muda Pecinta Hutan Desa Hoder. Ketiganya fokus pada konservasi sumber daya air.
Sementara itu, sub-kategori Tanah dimenangkan oleh Komunitas Urban Farming Lebak, EkoSwara, dan HPAI Malang Raya. Para pemenang ini dinilai berhasil menghadirkan solusi produktif dalam pengelolaan lahan dan tanah secara berkelanjutan.
Kategori Inovasi Eco-Produk juga melahirkan banyak pemenang kreatif. Pada sub-kategori Daur Ulang, penghargaan diraih oleh Tenun Ikat by Nay Collection, Underwater Crafting, serta Sekar Handycraft yang mengubah limbah menjadi produk bernilai.
Sub-kategori Gaya Hidup dimenangkan oleh Hanenda.idn, Oentukmu.id, dan Noto Godhong. Sedangkan untuk sub-kategori Material Inovatif, penghargaan jatuh kepada Binangan Jabu, Tano Puan, dan King Leaf Internasional.
Visi Keberlanjutan Melalui Teknologi
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyatakan bahwa program ini bertujuan mengoptimalkan teknologi untuk dampak berkelanjutan. Pihaknya menekankan pentingnya model keberlanjutan yang kuat dalam setiap inovasi yang lahir.
"Telkom meyakini bahwa setiap inovasi harus memiliki model keberlanjutan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan pencemaran lingkungan. Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga memastikan implementasinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Hery.
Inisiatif Bumi Berseru Fest merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom. Program ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Tujuan 12, 13, dan 17.
Ke depan, Telkom berkomitmen memperkuat peran sebagai enabler dalam ekosistem digital dan keberlanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang berkontribusi terhadap ketahanan lingkungan nasional secara berkelanjutan.