BRI Danareksa Sekuritas Turunkan Target Harga Saham Astra International

BRI Danareksa Sekuritas Turunkan Target Harga Saham Astra International
Foto: Ilustrasi BRI Danareksa Sekuritas Turunkan Target Harga Saham Astra International.

PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi akan menjalani fase pemulihan kinerja yang berlangsung secara bertahap pada tahun 2026 mendatang. Penyesuaian proyeksi ini dipicu oleh dinamika permintaan otomotif serta operasional sektor pertambangan yang menjadi lini bisnis utama perseroan.

BRI Danareksa Sekuritas merespons kondisi tersebut dengan memangkas target harga saham ASII menjadi Rp 6.850 dari posisi sebelumnya senilai Rp 7.050 per lembar saham. Meski terdapat penurunan target harga, pihak sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli bagi para investor, Selasa (12/5/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Sabela Nur Amalina, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor penentu yang akan memengaruhi laju bisnis perusahaan dalam laporan riset terbaru mereka.

"Kami memperkirakan pemulihan pada 2026 akan berlangsung lebih bertahap, dengan permintaan otomotif, restart tambang Martabe, serta pemulihan volume Pamapersada sebagai faktor penentu utama," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Sabela Nur Amalina.

Erindra menambahkan bahwa ketidakpastian ekonomi makro dan lemahnya permintaan kendaraan masih membatasi visibilitas kinerja jangka pendek. Selain itu, terdapat hambatan pada dokumen operasional Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai entitas anak usaha.

Dalam pertemuan dengan manajemen, diketahui bahwa perolehan laba bersih pada kuartal pertama tahun ini tergerus oleh beban satu kali senilai Rp 1,2 triliun di UNTR. Pelemahan volume operasional pada unit Komatsu dan Pamapersada turut menyebabkan laba inti tetap berada di bawah level normal.

"Prospek makro masih menantang, dengan potensi tekanan dari harga bahan baku, harga bahan bakar, serta volatilitas nilai tukar," ungkap Erindra.

Dilansir dari Investor Daily, BRI Danareksa Sekuritas mengambil sikap lebih konservatif dengan menurunkan proyeksi laba ASII untuk tahun 2026 sebesar 17,7 persen dan tahun 2027 sebesar 9,2 persen. Penurunan permintaan mobil dan motor serta fluktuasi nilai tukar diidentifikasi sebagai risiko utama bagi margin perusahaan ke depan.

Manajemen Astra International dijadwalkan akan mengumumkan hasil tinjauan strategis mengenai arah bisnis masa depan perseroan pada 25 Mei 2026. Agenda ini diharapkan dapat memberikan kejelasan arah jangka menengah bagi para pelaku pasar dan pemegang saham.

Artikel terkait

Rekomendasi