Taman Nasional Bogani Wartabone Jadi Surga Pengamatan Burung di Sulawesi

Taman Nasional Bogani Wartabone Jadi Surga Pengamatan Burung di Sulawesi
Foto: Ilustrasi Taman Nasional Bogani Wartabone Jadi Surga Pengamatan Burung di Sulawesi.

Para pecinta pengamatan burung atau bird watching dapat menjadikan hutan Taman Nasional Bogani Wartabone (TNBNW) sebagai destinasi utama. Kawasan konservasi ini memiliki hutan penelitian yang dikelola oleh Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Doloduo Resort Dumoga Barat.

Lokasi penelitian ini berada di Desa Toraut Utara, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dilansir dari Detik Travel, taman nasional ini merupakan bagian dari zona Wallace yang menjadi titik temu flora dan fauna khas Asia dan Australia.

Kawasan TNBNW yang sebelumnya dikenal dengan nama Dumoga Bone ini menyimpan kekayaan ekologi yang sangat tinggi. Keunikan posisinya secara geografis membuat banyak spesies endemik menetap di wilayah hutan tersebut.

Pulau Sulawesi secara keseluruhan tercatat memiliki 328 jenis burung, di mana 81 jenis merupakan migran dan 247 jenis merupakan burung menetap. Dari total burung menetap tersebut, sebanyak 88 jenis adalah spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah ini.

Di dalam kawasan TNBNW sendiri, terdapat sekitar 200 hingga 225 jenis burung yang teridentifikasi. Beberapa di antaranya meliputi Burung betet (Psittacula alexandri), Betet-kelapa punggung-biru, Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), hingga Nuri dan berbagai jenis Elang-alap.

Selain burung hutan, area rawa dan dataran rendah di taman nasional ini juga menjadi rumah bagi berbagai unggas air. Wisatawan dapat dengan mudah menjumpai Kuntul kerbau, Cangak merah, Bangau berleher putih, hingga Belibis dan Raja udang di habitat alaminya.

Maleo Sebagai Maskot Utama

Satwa burung yang menjadi ikon atau maskot dari taman nasional ini adalah Maleo tuanggoi (Macrocephalon maleo). Burung ini memiliki ukuran tubuh sebesar ayam, namun menghasilkan telur dengan berat mencapai enam kali lipat dari telur ayam biasa.

Karakteristik unik Maleo adalah kebiasaannya meletakkan telur di dalam tanah atau pasir dengan kedalaman 30 hingga 40 cm. Lokasi penanaman telur ini biasanya dipilih yang berdekatan dengan sumber air panas agar panas bumi dapat membantu proses penetasan secara alami.

Akses Lokasi dan Fasilitas Penginapan

Traveler yang ingin mengunjungi kawasan TNBNW dapat menempuh perjalanan melalui Doloduo Resort. Jarak dari Kota Manado menuju lokasi ini sekitar 260 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam perjalanan darat melalui Kotamobagu.

Sebelum memasuki area hutan penelitian, pengunjung diwajibkan melapor ke Balai TNBNW di Jalan Raya AKD, Kelurahan Mongkonai Barat, Kota Kotamobagu. Biaya masuk yang dikenakan bagi setiap pengunjung adalah sebesar Rp 100.000 per orang.

Untuk fasilitas akomodasi, tersedia Wisma Bina Cinta Alam di area Doloduo Resort bagi pengunjung yang berniat menginap. Tarif sewa kamar dipatok sebesar Rp 150.000 per malam, di mana setiap kamar dilengkapi dengan dua tempat tidur.

Artikel terkait

Rekomendasi