Taksi Robot Waymo Tinggalkan Penumpang dan Bawa Lari Koper

Taksi Robot Waymo Tinggalkan Penumpang dan Bawa Lari Koper
Foto: Ilustrasi Taksi Robot Waymo Tinggalkan Penumpang dan Bawa Lari Koper.

Seorang pengusaha bernama Di Jin mengalami kejadian tidak menyenangkan saat menggunakan layanan taksi otonom Waymo menuju Bandara Internasional San Jose Mineta, Amerika Serikat, pada Selasa (5/5/2026). Mobil tanpa awak tersebut mendadak melaju pergi meninggalkan Jin dengan kondisi koper miliknya masih tertahan di dalam bagasi kendaraan.

Kejadian ini dipicu oleh kegagalan sistem digital yang mengunci bagasi saat Jin berusaha mengambil barang bawaannya sesampainya di terminal tujuan. Dilansir dari Detik iNET, masalah teknis pada antarmuka penumpang menyebabkan mobil memproses status perjalanan telah selesai sebelum mekanisme fisik bagasi terbuka.

"Saya menekan tombol buka bagasi, mencoba mengambil koper saya, tetapi tidak terjadi apa-apa, dan mobil itu langsung melaju pergi," keluh Jin kepada NBC.

Insiden ini menunjukkan keterbatasan interaksi antara manusia dan mesin pada moda transportasi tanpa sopir. Pihak layanan pelanggan Waymo menginformasikan bahwa kendaraan telah diarahkan kembali ke depo dan tidak dapat diperintahkan untuk kembali ke bandara guna menyerahkan koper tersebut.

Akibat kegagalan operasional ini, Jin terpaksa melanjutkan perjalanannya menggunakan pesawat tanpa membawa perlengkapan pribadi maupun dokumen pekerjaannya. Ia menyatakan kekecewaannya karena harus berangkat dengan tangan kosong akibat kesalahan teknis pada sistem navigasi otonom tersebut.

"Jadi saya tidak punya koper, tidak ada baju ganti, dan semua catatan kerja saya ada di dalam koper itu," ungkap Jin.

Pihak Waymo mengonfirmasi melalui surat elektronik bahwa barang milik penumpang tersebut telah diamankan di fasilitas mereka. Namun, kebijakan perusahaan yang tidak bersedia menanggung biaya pengiriman koper ke lokasi pelanggan menuai kritik keras dari korban.

Sebagai bentuk tanggung jawab, tim dukungan Waymo memberikan kompensasi berupa dua voucer perjalanan gratis agar Jin dapat mengambil sendiri kopernya di fasilitas perusahaan yang berjarak dua jam perjalanan. Jin menilai solusi yang ditawarkan sangat tidak masuk akal mengingat kesalahan sepenuhnya berada pada sistem Waymo.

"Kedengarannya sangat buruk. Sama sekali tidak masuk akal, karena ini bukan kesalahan saya," tegas Jin.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi industri kendaraan otonom mengenai pentingnya keandalan sistem pada fase akhir perjalanan. Kegagalan fungsi sederhana seperti pembukaan bagasi secara digital terbukti dapat menimbulkan kerugian logistik yang signifikan bagi pengguna jasa transportasi futuristik tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi