Synology resmi meluncurkan perangkat penyimpanan data all-flash NVMe bernama PAS7700 di pasar Indonesia untuk mengatasi risiko gangguan sistem akibat lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan analisis big data. Infrastruktur baru ini mengusung arsitektur aktif-aktif yang dirancang khusus guna memenuhi standar kebutuhan korporasi berskala besar, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Lonjakan beban data yang masif saat ini meningkatkan risiko kendala teknis atau downtime yang dapat mengancam stabilitas operasional serta kesehatan finansial perusahaan. Sektor bisnis modern yang mengandalkan pemrosesan data real-time memerlukan jaminan ketersediaan sistem selama 24 jam penuh.
Perangkat PAS7700 ini hadir untuk menopang beban kerja kritikal tersebut, termasuk mendukung operasional pusat data performa tinggi. Peningkatan beban kerja pusat data internal di dalam negeri dipicu oleh adopsi teknologi AI dan otomatisasi sistem yang semakin aktif.
"Dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis," jelas Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu.
Pihak perusahaan merancang sistem ini untuk memperbarui infrastruktur digital yang sudah ada agar mampu mengimbangi kebutuhan pengelolaan informasi yang terus membengkak. Melalui arsitektur aktif-aktif yang tangguh, infrastruktur tersebut menyediakan fondasi kuat bagi aplikasi berbasis AI agar dapat beroperasi pada kecepatan penuh tanpa interupsi.
Perangkat ini mengintegrasikan teknologi deduplikasi data yang diklaim mampu mengurangi konsumsi ruang penyimpanan secara signifikan sekaligus memperpanjang usia pakai sistem demi efisiensi biaya. Selain itu, tersedia fitur tiering otomatis untuk memindahkan data lama yang jarang diakses ke penyimpanan sekunder berbiaya rendah.
"Dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis," jelas Clara Hsu.
Sistem ini juga dilengkapi fitur keamanan tinggi seperti failover otomatis, proteksi RAID triple-parity, serta perlindungan synchronized in-memory write protection. Penggunaan arsitektur dual-controller aktif-aktif memastikan operasional tetap berjalan meski salah satu komponen mengalami gangguan.
| Fitur Utama | Spesifikasi / Kapasitas |
|---|---|
| Arsitektur | Dual-controller Aktif-Aktif |
| Performa Maksimal | Hingga 2 juta IOPS |
| Throughput | Hingga 30 GB per detik |
| Latensi | Di bawah 1 milidetik |
| Kapasitas Maksimal | 1,65 Petabyte (melalui 7 unit ekspansi) |
| Memori | Hingga 2.048 GB |
| Konektivitas Jaringan | 100GbE berkecepatan tinggi |
Sistem penyimpanan enterprise ini dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang pabrikan selama lebih dari 25 tahun di industri teknologi informasi. Sebelum resmi dipasarkan, perangkat ini telah melewati proses validasi lapangan yang ketat.
"Dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis," jelas Executive Vice President Synology NAS Group, Bie-i Chu.
Pengujian melalui program proof-of-concept tersebut dijalankan selama satu tahun penuh. Langkah validasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh perangkat dalam mendukung dinamika bisnis modern di Indonesia.