Syarat Masinis Kereta Api Harus Penuhi Standar Kesehatan Grade A

Syarat Masinis Kereta Api Harus Penuhi Standar Kesehatan Grade A
Foto: Ilustrasi Syarat Masinis Kereta Api Harus Penuhi Standar Kesehatan Grade A.

Profesi masinis kereta api tidak bisa dijalani oleh sembarangan orang karena adanya persyaratan standar kesehatan yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan seorang masinis memegang tanggung jawab besar atas keselamatan perjalanan kereta beserta ratusan penumpang di dalamnya.

Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang Daop 1 Jakarta, Septian Widi Subekti, menjelaskan bahwa persyaratan masuk pada rekrutmen tahun 2015 mencakup jenjang pendidikan SMA, D3, hingga S1. Penjelasan ini dikutip dari Megapolitan melalui program wawancara khusus di kanal YouTube Kompas.com pada Rabu (29/4/2026).

"Rekrutmen pada 2015 seperti pada umumnya. Saya seleksi dengan persyaratan SMA, D3 dan S1 bisa semua. seleksi mulai dari tes kesehatan, psikotes, interview, dan kesehatan akhir yang cukup kompleks, karena masinis, kesehatannya itu harus grade A," ujar Widi.

Pemeriksaan kesehatan bagi seorang masinis tidak hanya berhenti pada tahap rekrutmen awal saja. Setiap kali akan menjalankan tugas kedinasan, kondisi fisik dan mental masinis harus dipastikan dalam keadaan yang benar-benar prima.

"Sebelum bawa kereta, ini kompleks, banyak. Jadi enggak langsung. Pertama, kesehatan fisik, mental. Kemudian lapor ke penyelia untuk memastikan jadwal dinasan, kemudian cek kesehatan," kata dia.

Proses panjang ini bertujuan untuk memitigasi risiko di perjalanan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan kesehatan ringan sekalipun, pihak manajemen akan mengambil tindakan tegas demi aspek keamanan.

"Jadi masinis sehat pasti diizinkan melakukan dinas. Kalau tidak sehat, kepending," ujarnya.

Asesmen Pra-Dinas dan Pengecekan Sarana

Setelah dinyatakan sehat secara fisik dan mental, seorang masinis masih harus melewati serangkaian prosedur asesmen pra-dinas lainnya. Langkah ini meliputi kelengkapan dokumen perjalanan hingga verifikasi kondisi teknis kereta api yang akan dioperasikan.

"Baru di situ pemeriksaan sarana, memastikan kembali walaupun sarana itu sudah dicek, tapi kita memastikan kembali," kata Septian.

Septian menegaskan bahwa seluruh rangkaian prosedur yang berlapis tersebut dilakukan demi memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman. Kedisiplinan dalam mengikuti protokol kesehatan dan teknis menjadi kunci utama dalam mengemban amanah keselamatan hingga ke stasiun tujuan akhir.

Artikel terkait

Rekomendasi