Surge Kantongi Pinjaman Rp 125 Miliar dari J Trust Bank, Cair Cepat untuk Ekspansi 2026

Surge Kantongi Pinjaman Rp 125 Miliar dari J Trust Bank, Cair Cepat untuk Ekspansi 2026
Foto: Surge Kantongi Pinjaman Rp 125 Miliar dari J Trust Bank, Cair Cepat untuk Ekspansi 2026. (Illustration by Pexels)

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) baru saja mengamankan dukungan finansial yang signifikan untuk memperkuat ekspansi infrastruktur digital mereka. Perusahaan ini resmi mendapatkan fasilitas pinjaman senilai Rp 125 miliar dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk.

Suntikan dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung operasional anak usaha mereka, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Kerja sama ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan proyek-proyek teknologi yang sedang dikembangkan oleh grup perusahaan tersebut.

Berdasarkan laporan resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepakatan ini tercapai melalui perubahan pada perjanjian kredit investasi yang sudah ada sebelumnya. Manajemen SURGE menyatakan bahwa seluruh dana pinjaman ini memiliki tujuan penggunaan yang sangat spesifik.

Fasilitas kredit ini nantinya akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek strategis yang saat ini dikelola oleh IJE. Beberapa di antaranya meliputi penyediaan layanan WiFi gratis di stasiun-stasiun kereta serta layanan internet di rangkaian Commuterline.

Selain infrastruktur internet publik, dana tersebut juga akan mendukung pengembangan Passenger Information Display (PID) untuk kenyamanan penumpang. Proyek besar lainnya yang menjadi prioritas adalah pembangunan Edge Data Center guna meningkatkan efisiensi pengolahan data digital.

Manajemen SURGE merinci bahwa fasilitas pendanaan ini merupakan kategori Kredit Investasi II (KIN II). Nilai plafon pinjaman yang disepakati adalah Rp 125 miliar dengan durasi pengembalian atau tenor selama 60 bulan.

Terkait beban bunga, perseroan sepakat untuk membayar suku bunga sebesar 11,25% per tahun. Angka ini dinilai cukup bersaing untuk kategori kredit investasi di sektor teknologi dan infrastruktur digital yang sangat dinamis.

Selain bunga tahunan, SURGE juga berkewajiban memenuhi sejumlah komponen biaya administratif lainnya. Biaya-biaya tersebut mencakup biaya provisi sebesar 0,25%, upfront fee senilai 0,75%, serta biaya administrasi tetap sebesar Rp 50 juta.

Pihak manajemen menekankan bahwa langkah ini sangat krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital mereka. Tambahan modal ini dibutuhkan agar kapasitas bisnis anak perusahaan semakin kuat di tengah tingginya permintaan pasar.

Rencana penggunaan dana pinjaman oleh manajemen SURGE mencakup beberapa poin strategis berikut:

  • Memperkuat struktur permodalan perusahaan agar lebih fleksibel dalam menangkap peluang pasar yang muncul tiba-tiba.
  • Mendukung pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur digital yang sedang berjalan agar selesai sesuai target waktu.
  • Mendorong pengerjaan proyek baru secara lebih agresif tanpa mengganggu arus kas operasional utama perusahaan.
  • Meningkatkan kapasitas operasional layanan internet dan data yang dikelola oleh anak perusahaan, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

Penambahan modal melalui skema pinjaman ini dipercaya akan memberikan sentimen positif bagi performa keuangan konsolidasi perusahaan. Peningkatan kapasitas operasional secara langsung membuka peluang pendapatan yang lebih besar dari proyek-proyek yang dikelola.

Dari sisi rasio keuangan, nilai pinjaman Rp 125 miliar ini memiliki porsi yang cukup besar terhadap modal perusahaan. Angka tersebut setara dengan 24,22% dari total ekuitas SURGE yang tercatat sebesar Rp 515,96 miliar pada akhir tahun 2021.

Melihat nilainya yang melebihi ambang batas tertentu, transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material sesuai aturan POJK Nomor 17 Tahun 2020. Kendati demikian, perusahaan tidak diwajibkan melakukan prosedur persetujuan melalui rapat umum pemegang saham atau penilai independen.

Manajemen juga memberikan kepastian hukum bahwa transaksi ini bersih dari unsur kepentingan pribadi pihak tertentu. Mereka menegaskan tidak ada unsur transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan sebagaimana yang diatur oleh regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikut adalah ringkasan detail fasilitas pinjaman yang diterima oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk:

Komponen Fasilitas Detail Informasi
Pemberi Pinjaman PT Bank JTrust Indonesia Tbk
Jenis Fasilitas Kredit Investasi II (KIN II)
Plafon Pinjaman Rp 125 Miliar
Tenor (Jangka Waktu) 60 Bulan (5 Tahun)
Suku Bunga 11,25% per tahun
Provisi & Upfront Fee 0,25% dan 0,75%

Tabel di atas merangkum seluruh rincian kewajiban finansial yang akan ditanggung oleh SURGE dalam periode lima tahun ke depan. Informasi ini merupakan bagian dari transparansi perusahaan publik kepada para pemangku kepentingan dan calon investor.

Sebagai informasi tambahan, SURGE dikenal sebagai perusahaan holding investasi yang memiliki fokus luas di industri digital. Bisnis mereka mencakup bidang periklanan modern, pengembangan jaringan serat optik, hingga penyediaan platform digital yang terintegrasi.

Melalui berbagai anak usahanya, SURGE terus berupaya membangun ekosistem telekomunikasi yang kuat di Indonesia. Penguatan infrastruktur digital seperti yang didanai oleh J Trust Bank ini menjadi pilar utama dalam strategi bisnis jangka panjang perseroan.

Dengan ketersediaan dana segar ini, IJE diharapkan dapat mempercepat penetrasi layanan internetnya di berbagai fasilitas publik. Fokus pada infrastruktur transportasi seperti Commuterline menjadi keunggulan kompetitif yang terus dikembangkan oleh perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah SURGE dalam menggandeng perbankan untuk pendanaan proyek menunjukkan kepercayaan sektor finansial terhadap prospek ekonomi digital. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat luas.

Artikel terkait

Rekomendasi