Surge Nilai Persaingan Internet Rakyat dan MyRepublic Terbatas

Surge Nilai Persaingan Internet Rakyat dan MyRepublic Terbatas
Foto: Ilustrasi Surge Nilai Persaingan Internet Rakyat dan MyRepublic Terbatas.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge menilai persaingan layanan internet nirkabel tetap (FWA) miliknya dengan MyRepublic Air akan terbatas karena perbedaan cakupan geografis. Penegasan ini disampaikan Direktur Surge Shannedy Ong pada Selasa (5/5/2026) menyusul peluncuran layanan serupa oleh pesaingnya.

Dilansir dari Teknologi, Surge mengandalkan layanan Internet Rakyat (IRA) yang mematok tarif Rp100.000 per bulan untuk kecepatan mencapai 100 Mbps. Penawaran ini muncul setelah PT Eka Mas Republik merilis MyRepublic Air dengan skema harga dan kecepatan yang identik di pasar nasional.

Struktur kepemilikan MyRepublic saat ini berada di bawah kendali PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) yang merupakan hasil penggabungan usaha antara Moratelindo dan MyRepublic. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari raksasa infrastruktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).

Direktur Surge Shannedy Ong menjelaskan bahwa berdasarkan ketetapan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengenai lelang spektrum Broadband Wireless Access (BWA) 1,4 GHz pada November 2025, pihaknya memegang hak operasional untuk wilayah tertentu.

"Dengan pembagian wilayah ini, masing-masing operator memiliki area operasional tersendiri," kata Shannedy Ong, Director Surge.

Surge tercatat menguasai spektrum untuk Region I yang mencakup area padat penduduk di Jawa, Maluku, hingga Papua. Sementara itu, MyRepublic memenangkan lelang pada Oktober 2025 untuk Regional II (Sumatra, Bali, Nusa Tenggara) senilai Rp300,8 miliar dan Regional III (Kalimantan, Sulawesi) sebesar Rp100 miliar.

Selain faktor wilayah, Shannedy menekankan bahwa Internet Rakyat memiliki keunggulan kompetitif berupa pemberian modem customer premises equipment (CPE) secara cuma-cuma kepada pelanggan. Fasilitas ini diberikan tanpa adanya biaya sewa tambahan setiap bulannya.

Pihak manajemen mengklaim skema tersebut jauh lebih efisien dibandingkan penyedia layanan lain yang biasanya membebankan biaya sewa atau pembelian perangkat modem kepada konsumen.

Strategi tersebut diklaim membuahkan hasil signifikan dengan jumlah pendaftar awal yang mencapai lebih dari 1 juta calon pengguna. Angka tersebut diraih hanya dalam kurun waktu dua bulan sejak merek Internet Rakyat diperkenalkan ke publik pada November 2025.

"Saat ini, layanan IRA-Internet Rakyat masih berada dalam tahap roll-out," kata Shannedy Ong, Director Surge.

Artikel terkait

Rekomendasi