PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan Internet Rakyat dengan total pelanggan mencapai lebih dari 209.000 pengguna hingga 31 Maret 2026. Capaian ini dilaporkan oleh pihak perseroan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) sebagai respons positif pasar terhadap komersialisasi layanan tersebut.
Dilansir dari Teknologi, ekspansi layanan ini menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada spektrum 1,4 GHz yang mulai dipasarkan sejak 19 Februari 2026. Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut diklaim berbanding lurus dengan perluasan infrastruktur yang dilakukan perusahaan.
Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, memproyeksikan basis pelanggan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah titik operasional. Skalabilitas bisnis ini didukung oleh efisiensi biaya dan eksekusi operasional yang disiplin.
ÔÇ£Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah site yang beroperasi [on air],ÔÇØ kata Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Shannedy menjelaskan bahwa model bisnis yang dijalankan perusahaan saat ini telah terbukti berkelanjutan secara finansial. Perusahaan melaporkan marjin EBITDA berada di level sekitar 69 persen, yang diklaim sebagai salah satu yang tertinggi dalam industri telekomunikasi.
ÔÇ£Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga tersebut sesuai dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung perluasan inklusi digital,ÔÇØ ungkap Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Penetapan tarif layanan sebesar Rp100.000 per bulan untuk kecepatan 100 Mbps didasarkan pada riset mendalam. Perusahaan merujuk pada data dari APJII, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Badan Pusat Statistik guna memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Terkait persaingan pasar, Surge menyatakan kemunculan layanan serupa dari MyRepublic Air tidak akan mengganggu kinerja bisnis perseroan. Hal ini disebabkan oleh adanya pembagian wilayah operasional yang telah ditetapkan melalui lelang frekuensi oleh pemerintah.
ÔÇ£Dengan pembagian wilayah ini, masing-masing operator memiliki area operasional tersendiri,ÔÇØ kata Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Berdasarkan keputusan Kementerian Komunikasi dan Digital pada November 2025, anak usaha Surge menguasai alokasi spektrum untuk Wilayah I yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua. Sementara itu, MyRepublic memenangkan lelang untuk Wilayah II dan III yang meliputi Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.