Suku Bunga Naik, BTN Waspadai Lonjakan Risiko Kredit Macet Terbaru 2026

Suku Bunga Naik, BTN Waspadai Lonjakan Risiko Kredit Macet Terbaru 2026
Foto: Suku Bunga Naik, BTN Waspadai Lonjakan Risiko Kredit Macet Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah mengantisipasi potensi peningkatan loan at risk (LAR) di tengah situasi kenaikan suku bunga yang mengalami peningkatan hingga 50 basis poin menjadi 5,25%. Meski demikian, bank milik pemerintah ini memastikan bahwa kualitas aset tetap dalam kondisi aman dan terkendali.

Menurut Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, posisi LAR BTN pada kuartal I-2026 berada di angka 19,6%, mengalami penurunan sebesar 70 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat pada 20,3%. "Kenaikan suku bunga memang dapat memengaruhi kemampuan bayar separuh debitur, khususnya di segmen yang lebih sensitif terhadap perubahan arus kas. Namun secara keseluruhan, portofolio BTN tetap terkendali dan terus menunjukkan tren perbaikan," jelasnya.

BTN menilai ancaman terhadap LAR kemungkinan besar berasal dari debitur yang arus kasnya belum sepenuhnya pulih setelah restrukturisasi. Risiko juga dapat berasal dari sebagian portofolio komersial serta segmen tertentu di consumer banking.

Untuk menangkal kemunduran kualitas kredit, BTN memperkuat mitigasi risiko melalui sistem peringatan dini, monitoring kualitas kredit yang lebih ketat, pengujian tekanan (stress testing) di portofolio, serta strategi pengumpulan dan pemulihan yang lebih tersegmentasi. Kredit baru tetap disalurkan dengan selektif dan terukur, terutama pada sektor dengan prospek baik yang sejalan dengan bisnis inti di ekosistem perumahan.

Setiyo menambahkan bahwa pendekatan BTN akan lebih hati-hati, berdasarkan selera risiko, kualitas peminjam, kemampuan bayar, dan prospek bisnis. Selain itu, BTN juga meningkatkan proses penjaminan dengan pendekatan berbasis data agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan tidak menambah tekanan pada kualitas aset di masa depan.

Langkah utama BTN adalah memastikan agar kenaikan LAR tidak berubah menjadi kredit macet atau non-performing loan (NPL). Strategi yang digunakan termasuk penguatan monitoring dini, intensifikasi pemulihan kredit, restrukturisasi selektif bagi debitur yang berpotensi, serta percepatan penyelesaian kredit bermasalah melalui pemulihan dan penjualan aset.

Artikel terkait

Rekomendasi