Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak ekonomi yang bertujuan memaksimalkan kemakmuran masyarakat Indonesia.
Eksistensi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan aset negara melalui berbagai skema investasi strategis.
Kehadiran lembaga ini terbukti mampu mendongkrak performa perusahaan pelat merah secara signifikan dalam satu tahun terakhir.
Peningkatan Laba Signifikan di Bawah Pengawasan Danantara
Hingga penghujung 2025, BUMN di bawah supervisi Danantara sukses membukukan kinerja positif dengan total perolehan laba mencapai Rp332 triliun.
Capaian ini melesat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya menyentuh angka Rp89 triliun, sesuai dengan data yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto awal tahun ini.
Sektor perbankan dan energi menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut, salah satunya berkat performa gemilang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Bank BRI tercatat berhasil menyumbangkan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun yang memperkuat fundamental ekonomi nasional.
Penerapan Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Keberhasilan ini tidak lepas dari transformasi tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan secara disiplin oleh Danantara.
Meski menunjukkan tren positif, evaluasi dan perbaikan sistem tetap menjadi agenda rutin guna memastikan standar transparansi tetap terjaga.
Beberapa aspek utama dalam penegakan GCG yang menjadi prioritas Danantara meliputi:
- Transparansi dalam setiap proses pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan.
- Akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pemangku kepentingan.
- Integritas dalam menjalankan operasional bisnis untuk menghindari praktik penyimpangan.
- Keadilan atau fairness dalam pemenuhan hak-hak pemegang saham dan stakeholder lainnya.
Prinsip-prinsip tersebut wajib diimplementasikan oleh seluruh korporasi negara, baik yang sudah melantai di bursa saham maupun yang belum.
Toto Pranoto, Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, menekankan bahwa Danantara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kedisiplinan aturan ini.
Proses Transformasi Jangka Panjang
Langkah pengawasan ketat yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan stabilitas kinerja BUMN yang berkelanjutan dan sehat di masa depan.
Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, berpendapat bahwa pembenahan birokrasi dan tata kelola adalah perjalanan panjang.
Menurutnya, hasil dari reformasi besar-besaran ini memerlukan waktu untuk terlihat secara utuh di permukaan meski prosesnya sudah berjalan tepat sasaran.
Keberlanjutan kebijakan menjadi faktor krusial agar efisiensi dan performa tinggi BUMN tidak bersifat sementara namun terus bertahan secara permanen.
Rincian pertumbuhan laba BUMN dapat dilihat pada tabel berikut ini:
| Indikator Kinerja | Tahun 2024 | Tahun 2025 |
|---|---|---|
| Total Laba BUMN | Rp89 Triliun | Rp332 Triliun |
| Penyumbang Terbesar | Perbankan & Energi | Perbankan & Energi |
| Laba Bersih BRI | - | Rp57,13 Triliun |
Data di atas menunjukkan lonjakan drastis yang mencerminkan efektivitas pengelolaan aset negara melalui pengawasan lembaga investasi yang lebih modern.