PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) tengah bersiap melancarkan aksi korporasi besar di pasar modal. Emiten ini berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Seperti dilansir dari Investortrust, perusahaan bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar lembar saham baru. Setiap saham baru tersebut memiliki nilai nominal sebesar Rp10 per saham.
Skala penerbitan saham baru ini tergolong sangat masif. Jumlah yang dilepas mencapai lebih dari 42,6 kali lipat dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan saat ini yang tercatat sebesar 1,17 miliar saham.
Struktur kepemilikan saham SOFA saat ini masih dikendalikan oleh Asia Investment. Perusahaan tersebut bertindak sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan mencapai 70,97%.
Aksi korporasi ini tidak akan langsung berjalan tanpa persetujuan dari para pemilik modal. Manajemen menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026 untuk meminta restu.
Sesuai keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/4/2026), seluruh dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan masuk ke pos modal kerja. Dana segar ini dialokasikan untuk memperkuat ekspansi bisnis perseroan maupun seluruh entitas anak usaha.
Proses pencatatan saham baru di BEI wajib tunduk pada regulasi pasar modal yang berlaku, termasuk Peraturan Nomor I-A. Manajemen harus melewati sejumlah tahapan mulai dari keputusan RUPS, pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga terbitnya pernyataan efektif dari regulator.
Langkah strategis ini diproyeksikan membawa dampak positif bagi kondisi finansial perusahaan. Struktur permodalan dipastikan semakin kokoh serta posisi kas internal akan melonjak secara signifikan.
Kenaikan ekuitas akan terjadi seiring setoran dana tunai dari para pemegang saham yang mengeksekusi hak mereka. Pasokan dana segar inilah yang menjadi bahan bakar utama untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mendanai berbagai ekspansi ke depan.
Emiten berkode saham SOFA ini awalnya dikenal sebagai PT Boston Furnitures Industries Tbk yang fokus pada bisnis furnitur kayu dan logam. Transformasi nama dilakukan sejak pertengahan Desember 2025 seiring perpindahan haluan bisnis ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).
Kini fokus usaha perseroan diarahkan pada industri pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy. Sebagai bagian dari keseriusan di sektor baru ini, SOFA sebelumnya telah ikut serta dalam tender proyek Waste-to-Energy (WTE) yang digelar oleh PT Danantara Investment Management.