SMA LIA Jakarta Buka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2026

SMA LIA Jakarta Buka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2026
Foto: Ilustrasi SMA LIA Jakarta Buka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2026.

SMA LIA Jakarta resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026 dengan mengusung pendekatan kurikulum berbasis tiga bahasa asing. Pendaftaran sekolah menengah atas di wilayah Jakarta Timur ini mulai dibuka pada Selasa (17/3/2026) sebagaimana dilansir dari Edukasi.

Sekolah ini melibatkan sejumlah pakar pendidikan dan tokoh nasional dalam perancangannya, termasuk Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A. dan Komjen. Pol. (Purn) Dr. H. Ito Sumardi. Selain itu, Dr. Sony T. Trilaksono dan Dr. Anggoro Budi Susila turut berperan sebagai inisiator pendirian lembaga pendidikan tersebut.

Inisiator pendirian SMA LIA, Dr. Anggoro Budi Susila menjelaskan bahwa orientasi pendidikan di lembaga ini tidak hanya terbatas pada pencapaian nilai ujian semata. Kurikulum yang diterapkan bertujuan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan generasi muda saat ini melalui pembekalan kemampuan komunikasi global.

"Kami merancang sekolah ini bukan hanya untuk mencetak anak pandai ujian, tapi membekali mereka keterampilan hidup: percaya diri, peduli lingkungan, dan mampu berkomunikasi global. Kurikulum kami jawab kebutuhan anak muda sekarang," kata Anggoro Budi Susila, Inisiator SMA LIA.

Pihak sekolah menempatkan penguasaan bahasa asing sebagai landasan utama pembelajaran mengingat rekam jejak Yayasan LIA selama 67 tahun di bidang tersebut. Bahasa Inggris diajarkan menggunakan metode komunikatif, yang kemudian didukung dengan materi bahasa Mandarin dan bahasa Jepang untuk meningkatkan daya saing internasional para siswa.

Selain aspek bahasa, SMA LIA menyediakan sembilan jenis kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup bidang sains, riset, kewirausahaan, hingga seni pertunjukan. Program unggulan lainnya adalah EcoCitizen yang melatih siswa dalam pengelolaan lingkungan seperti pembuatan ecobricks dan kegiatan urban gardening secara rutin.

Pengembangan karakter siswa dilakukan melalui penerapan delapan nilai yang disebut VIRTUEOS, yang meliputi integritas, empati, hingga pemberdayaan murid. Secara fisik, operasional sekolah didukung oleh fasilitas gedung empat lantai yang berlokasi strategis di Jakarta Timur dengan akses yang terintegrasi pada jalur tol, TransJakarta, dan LRT.

Artikel terkait

Rekomendasi