Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, akhirnya buka suara mengenai kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Pertalite meski kondisi pasar minyak global sempat mengalami gejolak hebat.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Hingga bulan Mei 2026, angka ICP dilaporkan masih berada dalam batas aman yang telah ditetapkan pemerintah.
Faktor Utama Penahan Harga BBM Subsidi
Djoko menjelaskan bahwa realisasi harga ICP sejak awal tahun hingga Mei 2026 menyentuh angka rata-rata US$86 per barel. Angka ini dinilai masih stabil dan belum melewati ambang batas kritis yang dapat memicu kenaikan harga jual ke masyarakat.
Menurutnya, penyesuaian harga Pertalite dan Solar subsidi baru akan dipertimbangkan jika harga minyak dunia melambung tinggi. "Harga tetap bertahan karena penyesuaian biasanya hanya dilakukan jika ICP mencapai angka US$100 per barel," ungkap Djoko dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.
Berikut adalah daftar harga BBM subsidi dan beberapa jenis nonsubsidi yang saat ini berlaku di SPBU Pertamina:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter.
- Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter.
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter.
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter.
Daftar harga di atas menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi untuk kebutuhan harian masyarakat. Meski harga minyak dunia sempat tidak menentu, tarif tersebut masih konsisten sejak awal tahun 2026.
Dinamika Harga Minyak Dunia dan BBM Nonsubsidi
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Iran dan Amerika Serikat, sempat membuat pasar energi global terguncang. Hal ini sempat mendorong harga minyak dunia melampaui angka US$100 per barel karena gangguan pada jalur distribusi internasional.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada beberapa jenis BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar. Per 1 Juni 2026, Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga menjadi Rp20.750 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan.
Rincian mengenai perbandingan kondisi harga minyak dan kebijakan pemerintah dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Realisasi ICP (Mei 2026) | US$86 per barel |
| Ambang Batas Kenaikan | US$100 per barel |
| Status Harga Pertalite | Tetap (Rp10.000/liter) |
| Status Harga Biosolar | Tetap (Rp6.800/liter) |
Tabel ini merangkum alasan teknis di balik stabilnya harga BBM subsidi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tidak terbebani oleh lonjakan biaya transportasi dan logistik.
Hingga akhir tahun, pemerintah diprediksi akan terus memantau pergerakan ICP secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa subsidi energi tetap tepat sasaran dan beban fiskal negara tetap terkendali.