Seorang siswa kelas V MI Darussalam Sidoarjo bernama M Marfen Alkhalifi mengirimkan surat tulisan tangan kepada Presiden Prabowo Subianto yang kemudian menjadi viral pada Senin (18/5).
Surat tersebut dikirimkan melalui pamannya yang memanfaatkan momentum kunjungan kerja Presiden di Nganjuk, Jawa Timur, dilansir dari Media Indonesia.
Melalui surat tersebut, Marfen mengungkapkan rasa bahagianya atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia terima di sekolah dan menyampaikan harapannya untuk mendapatkan beasiswa pendidikan langsung dari pemerintah.
Selain itu, ia juga meminta kesempatan agar bisa diundang bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
Ibu kandung Marfen, Vivit Maretta, mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa surat yang dipersiapkan sejak bulan Maret oleh putranya yang mengidolakan klub Persebaya Surabaya tersebut benar-benar tersampaikan ke meja kerja Presiden.
"Saya sangat kaget dan tidak menyangka kalau suratnya bisa sampai dibaca Pak Presiden dan seviral ini," kata Vivit Maretta saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (18/5).
Pihak keluarga menegaskan bahwa pengiriman surat ini murni didasari oleh kepolosan serta keinginan besar Marfen untuk menggapai cita-citanya.
Kepala MI Darussalam Sugihwaras, Ary Irawanto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian anak didiknya tersebut meskipun pihak sekolah awalnya tidak mengetahui tindakan tersebut.
"Saya tahunya justru dari media sosial. Di sekolah sebenarnya tidak ada program pembelajaran khusus seperti itu. Tapi kami sangat bangga karena siswa kami punya keberanian dan kepedulian," kata Ary.
Pihak guru di sekolah juga selalu melakukan pengecekan kualitas menu makanan sebelum program MBG dibagikan kepada para siswa.
"Alhamdulillah semua siswa senang dengan menu yang disajikan. Sebelum dibagikan ke siswa, guru-guru juga melakukan pengecekan makanan terlebih dahulu," tambahnya.
Apresiasi atas langkah positif Marfen ini juga datang dari Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, yang akrab disapa Mak Mimik.
"Dia masih kecil tapi sudah berani menyampaikan aspirasi dan rasa terima kasihnya. Ini langkah yang sangat baik," ujar Mimik.
Mimik mengingatkan para siswa agar tidak ragu memberikan masukan tertulis ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika menerima menu makanan yang kurang sesuai.
"Kalau ada menu yang kurang cocok atau kurang disenangi, siswa bisa menyampaikan lewat surat ke pihak SPPG supaya bisa diperbaiki. Seperti yang dilakukan Marfen ini," imbuh Mimik.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi keberangkatan Marfen menuju Jakarta apabila keinginan bertemu Presiden mendapatkan persetujuan.
"Seandainya memang keinginan Marfen bertemu langsung mendapatkan restu ke Presiden, kami akan memberikan dan membantu untuk sampai ke Jakarta," pungkas Mimik.