Sudin KPKP Jakarta Selatan Sidak Rumah Produksi Siomay Ikan Sapu-sapu

Sudin KPKP Jakarta Selatan Sidak Rumah Produksi Siomay Ikan Sapu-sapu
Foto: Ilustrasi Sudin KPKP Jakarta Selatan Sidak Rumah Produksi Siomay Ikan Sapu-sapu.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan berencana melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah rumah produksi siomay pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah penggunaan bahan baku ikan sapu-sapu yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Rencana penelusuran tersebut diungkapkan oleh Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, saat memimpin operasi pembersihan habitat ikan invasif di kawasan Jagakarsa. Dilansir dari Megapolitan, otoritas setempat kini memperketat pengawasan jalur distribusi bahan pangan olahan di wilayah tersebut.

Ridho Sosro menjelaskan bahwa pemeriksaan lokasi pengolahan akan diintegrasikan ke dalam program pengawasan rutin pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan memastikan rantai produksi makanan di tingkat rumah tangga bebas dari kontaminan berbahaya.

"Pastinya itu nanti ke depannya, kita setiap bulan itu sebenarnya ada pengawasan pangan terpadu. Mungkin nanti akan kita arahkan ke sana juga. Dan kita mungkin akan telusuri lagi sampai ke rumah-rumah pengolahan siomay tersebut," jelas Ridho saat ditemui di lokasi, Jumat.

Pengetatan pengawasan dilakukan karena adanya kekhawatiran mengenai karakteristik ikan sapu-sapu yang bersifat omnivora. Ikan ini diketahui mengonsumsi berbagai objek di perairan, termasuk lumut hingga ikan lain, yang memicu risiko akumulasi zat kimia berbahaya pada dagingnya.

Paparan logam berat seperti merkuri dan timbal dalam jangka panjang menjadi ancaman serius bagi konsumen siomay berbahan baku ilegal tersebut. Penyakit degeneratif menjadi salah satu risiko utama yang diantisipasi oleh pihak medis dan pemerintah.

"Karena kalau logam berat atau merkuri dan sejenisnya itu timbal, tidak begitu kita makan langsung berdampak, tapi di beberapa tahun kemudian baru terasa. Biasanya itu kan dapat mengakibatkan penyakit kanker dan sebagainya," jelas dia.

Dalam operasi yang berlangsung di saluran penghubung (PHB) Setu Babakan hari ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan berhasil menjaring sebanyak 5,3 ton ikan sapu-sapu. Jumlah ini menunjukkan populasi ikan tersebut sangat dominan di saluran air perkotaan.

Setelah pembersihan di Setu Babakan rampung, petugas akan melanjutkan penyisiran ke habitat serupa di wilayah lain. Lokasi yang telah terdata untuk operasi berikutnya mencakup saluran air di kawasan Pesanggrahan, Cilandak, hingga Setiabudi.

Artikel terkait

Rekomendasi