Platform e-commerce Shopee berhasil mencatatkan nilai transaksi kotor atau Gross Merchandise Value (GMV) tertinggi di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Teknologi, nilai transaksi tersebut menembus angka US$83,2 miliar atau setara dengan Rp1.441 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan performa tahun 2024 yang berada di angka US$66,8 miliar atau sekitar Rp1.157 triliun. Dalam kurun waktu satu tahun, nilai transaksi Shopee melonjak sebesar US$16,4 miliar.
Dominasi platform ini kian kokoh dengan penguasaan pangsa pasar yang mencapai 53 persen di seluruh wilayah Asia Tenggara pada 2025. Data dari Momentum Works menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan dalam lima tahun terakhir.
Secara keseluruhan, industri belanja daring di kawasan ini terus menunjukkan tren positif. Total GMV dari berbagai platform e-commerce di Asia Tenggara menyentuh angka US$157,6 miliar pada 2025, naik dari posisi US$128,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menandakan nilai pasar digital di kawasan telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 2020. Saat itu, total GMV kawasan tercatat hanya sebesar US$54,2 miliar sebelum terus merangkak naik setiap tahunnya.
| Nama Platform | Nilai GMV (Miliar US$) | Estimasi Nilai (Triliun Rp) |
|---|---|---|
| Shopee | 83,2 | 1.441 |
| TikTok Shop & Tokopedia | 45,6 | 789,8 |
| Lazada | 18 | 311,8 |
| Bukalapak | 9 | 155,9 |
Persaingan Antar Platform
Di bawah Shopee, gabungan kekuatan TikTok Shop dan Tokopedia menempati posisi kedua dengan raihan GMV US$45,6 miliar pada 2025. Angka ini mencerminkan lonjakan besar dari tahun 2024 yang hanya sebesar US$22,6 miliar.
Sementara itu, Lazada mencatatkan kinerja yang relatif stagnan dengan nilai transaksi tertahan di angka US$18 miliar. Di sisi lain, Bukalapak mengalami penyusutan nilai transaksi dari US$12,8 miliar menjadi US$9 miliar pada periode yang sama.
Posisi Indonesia dan Negara Tetangga
Indonesia tetap memegang predikat sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan kontribusi GMV mencapai US$57,7 miliar. Meski demikian, pertumbuhan di tanah air dinilai relatif terbatas dibandingkan periode sebelumnya.
Thailand justru tampil sebagai negara dengan laju pertumbuhan paling pesat di kawasan. GMV e-commerce di Thailand melonjak tajam dari US$23,4 miliar pada 2024 menjadi US$35,5 miliar pada tahun 2025.
Peningkatan juga terjadi di Vietnam dan Filipina yang masing-masing membukukan nilai transaksi di atas US$20 miliar. Malaysia turut mencatatkan pertumbuhan ke angka US$17 miliar, disusul Singapura dengan kenaikan menjadi US$5,9 miliar.