Shivon Zilis Bersaksi Terkait Hubungan Pribadi dengan Elon Musk

Shivon Zilis Bersaksi Terkait Hubungan Pribadi dengan Elon Musk
Foto: Ilustrasi Shivon Zilis Bersaksi Terkait Hubungan Pribadi dengan Elon Musk.

Mantan anggota dewan OpenAI, Shivon Zilis, memberikan kesaksian dalam persidangan di pengadilan federal Oakland untuk menjelaskan hubungan pribadinya dengan Elon Musk serta keterlibatannya dalam operasional perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Dilansir dari Detik iNET, kehadiran Zilis bertujuan mengklarifikasi proses transisi OpenAI menjadi entitas profit.

Zilis mengungkapkan bahwa kerja samanya dengan Musk bermula saat ia menjabat sebagai penasihat di OpenAI pada 2016. Selain di OpenAI, ia tercatat pernah menduduki posisi eksekutif di perusahaan milik Musk lainnya, yakni Tesla dan Neuralink, sebelum menjabat direktur OpenAI pada periode 2020 hingga 2023.

Dalam persidangan tersebut, Zilis memaparkan alasan di balik keputusannya memiliki anak melalui donor sperma dari sang miliarder. Ia menyebutkan bahwa penawaran tersebut muncul di tengah dorongan Musk terhadap orang-orang di lingkungannya untuk mempunyai keturunan.

"I masih sangat ingin menjadi seorang ibu dan Elon memberikan tawaran pada saat itu, dan saya pun menerimanya," ujar Shivon Zilis, Mantan Dewan OpenAI.

Zilis menjelaskan bahwa Musk menawarkan bantuan tersebut secara sukarela pada tahun 2020 setelah menyadari bahwa dirinya belum memiliki anak. Keputusan ini diambil saat Zilis sedang mempertimbangkan rencana masa depannya.

"Ia kala itu terus mendorong orang-orang di sekitarnya memiliki anak, dan ia menyadari saya belum punya. Ia pun menawarkan mendonorkan spermanya," kata Shivon Zilis, Mantan Dewan OpenAI.

Zilis menegaskan bahwa meski sempat menjalin hubungan asmara singkat sekitar sepuluh tahun lalu, tidak ada hubungan romantis yang terjalin saat kesepakatan donor sperma dilakukan pada 2020. Ia awalnya berencana menjalani kehidupan keluarga konvensional, namun kendala kesehatan mengubah rencana tersebut.

Pada awalnya, Zilis dan Musk sepakat untuk merahasiakan status ayah biologis anak-anak mereka dan tidak merencanakan peran ayah aktif. Namun, saat ini Musk dilaporkan terlibat aktif dalam pengasuhan keempat anak mereka dengan menghabiskan waktu bersama setiap minggunya.

Kerahasiaan ini sempat menyebabkan Zilis tidak melapor kepada CEO OpenAI, Sam Altman, mengenai kelahiran anak kembarnya pada 2021. Informasi tersebut baru disampaikan kepada Altman setahun kemudian setelah adanya potensi pemberitaan media mengenai status ayah biologis anak-anaknya.

Pihak OpenAI tetap mempertahankan posisi Zilis di dewan direksi hingga 2023 meskipun mengetahui hubungan tersebut. Pimpinan perusahaan menilai Zilis mampu memisahkan kepentingan pribadi dengan profesionalisme kerja di dalam organisasi.

"Kami memercayainya untuk menjaga agar konflik terkait Elon tetap terkendali," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.

Persahabatan antara Zilis, Altman, dan Brockman tetap terjaga hingga Zilis akhirnya memilih mundur dari jajaran direksi pada Maret 2023. Pengunduran diri tersebut dilakukan tepat saat Elon Musk meluncurkan xAI sebagai kompetitor bagi OpenAI.

Artikel terkait

Rekomendasi