Mengenal Merjosari Kawasan Suci Berusia Delapan Abad di Kota Malang

Mengenal Merjosari Kawasan Suci Berusia Delapan Abad di Kota Malang
Foto: Ilustrasi Mengenal Merjosari Kawasan Suci Berusia Delapan Abad di Kota Malang.

Merjosari merupakan sebuah kawasan legendaris di Kota Malang yang menyimpan jejak sejarah sepanjang delapan abad. Wilayah ini bukan sekadar pemukiman, melainkan saksi bisu kejayaan nusantara yang pernah menjadi bagian penting bagi Kerajaan Singosari, Kediri, hingga Mataram Islam.

Dilansir dari Detik Travel, daerah yang kini menjadi bagian dari Kecamatan Lowokwaru ini diyakini sebagai tempat suci dengan kedudukan spiritual tinggi di masa lalu. Sebelum menjadi kelurahan pada tahun 1987, wilayah ini berstatus sebagai desa mandiri di bawah naungan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Penelusuran linguistik mengungkap bahwa nama Merjosari memiliki kaitan erat dengan aliran sungai yang membelah wilayah tersebut. Fakta ini didukung oleh data historis dalam Staatblad nomor 16 tahun 1819.

Pakar purbakala Suwardono dan Rakai Hino menjelaskan bahwa nama ini berakar dari bahasa kuno yang sarat makna. Nama tersebut merupakan evolusi dari kata yang lebih megah dalam sejarahnya.

"Arti Merjosari terkait kata amrtajayasri. Dalam perkembangannya, kata amerta berubah menjadi merto, lalu merti hingga menjadi metro-yang merupakan nama sungai yang mengalir di Desa Merjosari hingga saat ini," ungkap Suwardono.

Istilah amrtajayasri melambangkan kejayaan dan kemuliaan abadi layaknya air kehidupan. Hal ini menegaskan bahwa Sungai Metro sejak dahulu kala menjadi urat nadi yang memberikan identitas suci bagi Merjosari.

Melalui investigasi mendalam dan data dari Museum Mpu Purwa, para ahli berhasil menghitung usia desa ini secara presisi. Dasar acuannya adalah prasasti berangka tahun 1216 Masehi yang ditemukan di sana.

Pada tahun 2026 ini, Desa Merjosari genap menginjak usia 810 tahun. Angka tersebut menasbihkannya sebagai salah satu pemukiman tertua di Malang yang masih bertahan hingga saat ini.

Jejak Tanah Suci dan Tempat Pertapaan Raja

Status Merjosari sebagai tanah suci diperkuat oleh penemuan Prasasti Kertajaya atau Prasasti Merjosari II. Benda bersejarah ini ditemukan di dekat kediaman seorang petinggi masa lalu bernama Djojoredjo.

Prasasti tersebut memuat guratan huruf dan sistem penanggalan Jawa Kuno yang tergolong langka. Angka 1138 Saka yang terukir di sana merujuk tepat pada hari Selasa Legi, 3 Mei 1216 Masehi.

Temuan ini semakin istimewa karena memiliki segel resmi kerajaan berupa lukisan Garudamukha. Selain itu, penyebutan nama Kr-t-ja-ya menegaskan keterkaitan kuat dengan penguasa besar pada masa itu.

Berdasarkan catatan sejarah, tanggal tersebut disakralkan untuk ritual Wanaprasta atau bertapa di hutan. Merjosari diyakini sebagai lokasi wihara pertapaan peninggalan Raja Kertajaya yang dibangun oleh Rakryan Manguri.

Tempat tersebut memiliki nama resmi yang agung, yaitu Wihara Pertapaan Sang Apanji Durggati Rakryan Juru Baba Kaki Ganjar. Hingga kini, aura kesucian tetap dijaga melalui tradisi Bersih Desa.

Warga setempat melakukan doa bersama di Makam Eyang Djojo Tirto Rodjo. Beliau merupakan prajurit legendaris dari Kerajaan Mataram Islam yang pernah memimpin dan menjaga wilayah Merjosari.

Daftar Temuan Benda Cagar Budaya di Merjosari

Museum Mpu Purwa mencatat setidaknya terdapat 12 titik lokasi benda cagar budaya (BCB) yang tersebar di wilayah Merjosari. Berikut adalah rincian temuan arkeologi tersebut:

  • 10 Batu Umpak, fragmen bata, dan arca di Dukuh Candri, Jalan Mertojoyo Barat.
  • Arca Vyala Singa dan fragmen pondasi bata di Dukuh Sempol, Perum Dinoyo Residence.
  • 2 Batu Makara di Dukuh Gandul atau Jalan Joyo Pranoto Merjosari.
  • Tempat Yoni berbentuk kubus polos di depan Kantor Kelurahan Merjosari.
  • Tempat Yoni di belakang pos kamling Jalan Joyo Utomo Gang IX.
  • Tempat Yoni dan struktur bata kuno di kawasan Taman Singha, Jalan Mertojoyo.
  • Arca Buddha perunggu di area Kampus UNIGA, Jalan Mertojoyo Blok L.
  • Situs Pasidikan dengan fragmen pondasi bata di Jalan Joyo Suko Gang II.
  • Situs Urung-Urung atau goa bawah tanah di sisi timur Jalan Joyo Suko.
  • Situs Urung-Urung di Jalan Joyo Tamansari I.
  • Tempat Yoni di Sawah Kasin, Merjosari.
  • Tempat Batu Lumpang di Sawah Kasin, Merjosari.

Artikel terkait

Rekomendasi