Mengenal Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram yang Bukan Kuburan

Mengenal Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram yang Bukan Kuburan
Foto: Ilustrasi Mengenal Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram yang Bukan Kuburan.

Banyak masyarakat Indonesia sering kali keliru dalam mengartikan istilah 'maqam' yang terletak di dekat Ka'bah, Masjidil Haram. Sebagian orang menganggap bangunan kecil tersebut sebagai sebuah kuburan atau tempat peristirahatan terakhir.

Padahal, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Maqam Ibrahim bukanlah sebuah makam dalam pengertian bahasa Indonesia. Berdasarkan buku Tapak Sejarah Seputar Mekah-Madinah karya Muslim H. Nasution, lokasi ini merupakan batu bekas tapak kaki Nabi Ibrahim AS.

Istilah 'maqam' dalam bahasa Arab secara harfiah berarti tempat berdiri. Dalam konteks pembangunan Ka'bah, batu tersebut digunakan oleh Nabi Ibrahim AS sebagai tangga atau pijakan saat menyusun bangunan suci tersebut.

Batu bersejarah ini menyimpan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS yang tetap terjaga hingga saat ini. Keberadaannya menjadi bukti fisik nyata bagi umat Islam yang berkunjung ke Baitullah.

Secara teknis, bekas telapak kaki tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 cm. Adapun ukurannya memiliki panjang 27 cm dan lebar 14 cm, dengan jarak antara kaki kanan dan kiri sebesar 1 cm.

Meski saat ini permukaan batu tersebut telah dilapisi dengan perak, jejak kaki tersebut masih dapat dilihat dengan jelas oleh para jemaah. Letak pastinya berada tepat di depan pintu Ka'bah.

Evolusi Bangunan dan Perlindungan Maqam

Struktur pelindung di sekitar Maqam Ibrahim telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Pada era Raja Faishal, lokasi ini dikelilingi bangunan kecil beratap dengan kurungan marmer seluas 130 x 180 cm.

Dikutip dari buku 1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Makkah karya Asima Nur Salsabila, saat ini Maqam Ibrahim ditempatkan di dalam sebuah rumah kaca. Di dalamnya, terdapat cetakan kaki dari besi untuk melindungi keaslian batu.

Langkah perlindungan menggunakan rumah kaca ini dilakukan untuk mencegah kerusakan fisik. Selain itu, hal ini bertujuan agar area tersebut tidak disalahgunakan sebagai objek sembahan oleh pihak-pihak tertentu.

Keutamaan Salat di Belakang Maqam Ibrahim

Bagi jemaah haji dan umrah, Maqam Ibrahim memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Tempat ini dikenal sebagai salah satu titik paling mustajab di Masjidil Haram untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Melakukan salat sunnah dan berdoa di belakang area ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini merujuk pada tradisi yang dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah menyelesaikan rangkaian tawaf.

Berdasarkan catatan dalam riwayat Ibnu Bathuthah, Rasulullah SAW mendatangi Maqam Ibrahim setelah tawaf tujuh kali dan membaca penggalan surah Al-Baqarah ayat 125 sebagai berikut:

"┘ê┘ÄϺ┘ÉÏ░┘Æ Ï¼┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Ä ┘à┘ÄϽ┘ÄϺϿ┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘æ┘É┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘É ┘ê┘ÄϺ┘Ä┘à┘Æ┘å┘ïϺ█ù ┘ê┘ÄϺϬ┘æ┘ÄÏ«┘ÉÏ░┘Å┘ê┘ÆÏº ┘à┘É┘å┘Æ ┘à┘æ┘Ä┘é┘ÄϺ┘à┘É Ïº┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘░┘ç┘û┘à┘Ä ┘à┘ÅÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘ï┘ë█ù ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ç┘ÉÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ┘ô Ϻ┘É┘ä┘░┘ô┘ë Ϻ┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘░┘ç┘û┘à┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ÉÏ│┘Æ┘à┘░Ï╣┘É┘è┘Æ┘ä┘Ä Ïº┘Ä┘å┘Æ ÏÀ┘Ä┘ç┘æ┘ÉÏ▒┘ÄϺ Ï¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É┘è┘Ä ┘ä┘É┘äÏÀ┘æ┘ÄϺ█ñ┘ë┘ò┘É┘ü┘É┘è┘Æ┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘░┘â┘É┘ü┘É┘è┘Æ┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘äÏ▒┘æ┘Å┘â┘æ┘ÄÏ╣┘É Ïº┘äÏ│┘æ┘Åϼ┘Å┘ê┘ÆÏ»┘É"

Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) 'Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.' (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)'."

Artikel terkait

Rekomendasi