Sejarah dan Makna Warna Hijau Kubah Masjid Nabawi Madinah

Sejarah dan Makna Warna Hijau Kubah Masjid Nabawi Madinah
Foto: Ilustrasi Sejarah dan Makna Warna Hijau Kubah Masjid Nabawi Madinah.

Struktur ikonik berwarna hijau tua di sudut tenggara Masjid Nabawi menjadi pemandangan yang paling dirindukan jutaan umat Muslim saat berkunjung ke Madinah Al-Munawwarah.

Bangunan yang sering disebut sebagai "kompas rindu" ini memayungi makam Rasulullah SAW dan berdiri kontras di tengah hamparan kubah perak lainnya.

Dikutip dari Cahaya, identitas warna hijau yang melekat pada kubah tersebut ternyata memiliki lintasan sejarah yang sangat panjang dan sarat akan makna spiritual.

Pada periode awal atau masa Rasulullah, Masjid Nabawi dibangun dengan arsitektur yang sangat sederhana menggunakan dinding tanah dan atap pelepah kurma.

Area makam Nabi yang dahulunya merupakan kediaman Aisyah sama sekali tidak memiliki struktur kubah di atasnya selama beberapa abad.

Pembangunan kubah pertama baru dilakukan pada tahun 1279 Masehi di bawah instruksi Sultan Mamluk Al-Mansur Qalawun dengan material utama dari kayu.

Seiring berjalannya waktu, struktur tersebut terus mengalami renovasi, termasuk pengecatan dengan warna putih dan biru tua yang populer di dunia Islam kala itu.

Perbaikan besar-besaran kembali dilakukan oleh Sultan Qaitbay setelah insiden kebakaran hebat pada 1481 Masehi untuk memperkokoh bangunan menggunakan material bata.

Asal-Usul Warna Hijau yang Ikonik

Identitas warna hijau yang kita lihat sekarang baru muncul pada abad ke-19, tepatnya pada masa kekuasaan Kekaisaran Ottoman.

Sultan Mahmud II memimpin pembangunan kembali struktur tersebut di atas pondasi lama dan memerintahkan aplikasi cat hijau pertama kali pada sekitar tahun 1837.

Sejak momen bersejarah itu, warna hijau terus dipertahankan sebagai ciri khas permanen yang membedakan lokasi makam Nabi dari bagian masjid lainnya.

Makna Filosofis Warna Hijau

Pemilihan warna ini tidak hanya didasari oleh aspek estetika bangunan semata, namun juga menyimpan filosofi mendalam dalam tradisi Islam.

  • Melambangkan simbol kesucian serta keteguhan iman bagi umat.
  • Identik dengan narasi dan gambaran keindahan surga yang tertuang dalam Al-QurÔÇÖan.
  • Menghadirkan suasana ketenangan, kedamaian, dan harapan bagi para peziarah.
  • Menjadi penanda visual lokasi makam Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Simbol Penghormatan yang Dipertahankan

Kekuatan simbolis dari Kubah Hijau telah menyatu dengan jiwa penduduk Madinah serta seluruh umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Upaya untuk mengubah identitas visual ini pernah muncul pada tahun 2007 melalui rencana pengecatan ulang menjadi warna perak agar serasi dengan kubah lainnya.

Namun, rencana tersebut langsung memicu penolakan keras dari warga Madinah yang ingin menjaga nilai historis serta cinta yang telah melekat selama hampir dua abad.

Hingga kini, bangunan tersebut tetap tegak kokoh sebagai saksi bisu sejarah panjang penghormatan manusia kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi setiap peziarah yang memandangnya, pancaran warna hijau tersebut terus mengirimkan pesan kedamaian dan rasa rindu dari pusat jantung Kota Nabi.

Artikel terkait

Rekomendasi