Aktivitas merokok di dalam kabin pesawat merupakan hal yang sangat lazim ditemukan pada era 1950-an hingga 1970-an. Dilansir dari Detik Travel, pada masa itu pramugari bahkan sering membagikan sampel rokok gratis lengkap dengan logo maskapai kepada para penumpang.
Meskipun diperbolehkan, maskapai tetap menerapkan regulasi khusus terkait konsumsi tembakau selama penerbangan. Penumpang hanya diizinkan merokok saat pesawat berada di ketinggian jelajah dan lampu tanda dilarang merokok sedang dipadamkan.
United Airlines tercatat menjadi maskapai pionir yang memperkenalkan area kabin bebas asap rokok pertama kali pada tahun 1971. Namun, sebuah peristiwa tragis pada 11 Juli 1973 menjadi titik balik besar bagi standar keselamatan penerbangan dunia.
Pesawat Varig 820 yang menempuh rute Rio de Janeiro menuju Paris mengalami kecelakaan fatal akibat kebakaran di udara. Burung besi jenis Boeing 707 tersebut mengangkut 117 penumpang serta 17 awak kabin saat insiden terjadi.
Bencana ini mengakibatkan 116 penumpang dan tujuh kru pesawat kehilangan nyawa. Investigasi menunjukkan bahwa api berasal dari toilet belakang sebelah kanan setelah seorang penumpang membuang puntung rokok ke tempat sampah berisi tisu kertas.
Api kemudian merambat dengan cepat di balik panel plastik dan kayu pada bagian toilet. Meskipun tersedia asbak, penggunaan tempat sampah sebagai tempat pembuangan puntung rokok terbukti berdampak sangat mematikan bagi hampir seluruh orang di dalam pesawat.
Intervensi FAA dan Pengetatan Aturan
Menanggapi tragedi tersebut, Federal Aviation Administration (FAA) segera mengeluarkan mandat keselamatan yang ketat. Aturan tersebut mencakup kewajiban pemasangan plakat larangan merokok di toilet serta prosedur pengumuman larangan merokok bagi penumpang.
FAA juga mewajibkan pemasangan asbak di lokasi tertentu serta inspeksi rutin pada pintu tempat sampah toilet guna memastikan fungsinya tetap optimal. Langkah ini dilakukan agar risiko kebakaran serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan.
Evolusi Larangan Merokok Secara Global
Pengetatan aturan terus berlanjut saat Presiden Ronald Reagan menandatangani undang-undang larangan merokok pada penerbangan domestik di bawah dua jam pada tahun 1988. Aturan ini diperluas oleh Presiden George H.W. Bush pada 1990 untuk hampir seluruh rute domestik.
Delta Air Lines menjadi maskapai asal Amerika Serikat pertama yang melarang aktivitas merokok di seluruh rute penerbangannya pada 1994. Langkah ini kemudian diikuti secara bertahap oleh British Airways pada 1998 dan Air Canada pada 1990.
Pada tahun 2000, Presiden Bill Clinton meresmikan undang-undang yang melarang merokok di semua penerbangan domestik dan internasional yang beroperasi di Amerika Serikat. Kebijakan ini segera memicu gelombang larangan serupa di berbagai penjuru dunia.
Uni Eropa memberlakukan larangan total bagi negara anggotanya pada 1997, sementara Australia sudah memulainya sejak 1996. Jepang dan Turki menyusul kebijakan bebas asap rokok di seluruh penerbangan internasional mereka pada tahun 1999.
Tiongkok dan Kuba menjadi dua negara terakhir yang menerapkan regulasi ini. Kuba baru memberlakukannya pada 2014, sedangkan Tiongkok mengumumkan larangan total pada 2017 dengan masa transisi kepatuhan selama dua tahun bagi maskapai lokal.