Jabal Rahmah merupakan bukit kecil yang terletak di kawasan Padang Arafah, dekat Kota Makkah. Lokasi ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam karena kaitan sejarahnya dengan awal keberadaan manusia di bumi.
Dilansir dari Detikcom, bukit ini diyakini sebagai titik pertemuan kembali antara Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Keduanya dikisahkan sempat terpisah dalam waktu yang sangat lama setelah diturunkan dari surga.
Kisah yang berkembang menyebutkan bahwa Adam dan Hawa mencari satu sama lain hingga akhirnya Allah SWT mempertemukan mereka di bukit ini. Nama Rahmah sendiri secara harfiah memiliki arti kasih sayang.
Beberapa riwayat menyebutkan masa perpisahan tersebut berlangsung selama 40 hari, sementara versi lain menyatakan hingga 100 tahun. Keyakinan akan sejarah pertemuan ini membuat Jabal Rahmah menjadi salah satu tujuan utama jemaah saat berada di Arafah.
Di puncak bukit ini, berdiri sebuah tugu beton berbentuk persegi empat dengan ketinggian sekitar 8 meter dan lebar 1,8 meter. Tugu tersebut menjadi penanda utama bagi pengunjung yang mendaki bukit batu tersebut.
Masyarakat setempat meyakini titik berdirinya tugu tersebut merupakan lokasi spesifik di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu. Keberadaan tugu ini memudahkan jemaah untuk mengidentifikasi puncak Jabal Rahmah dari kejauhan.
Selain kisah Adam dan Hawa, Jabal Rahmah juga memegang peranan penting dalam sejarah kenabian lainnya. Bukit ini merupakan lokasi di mana Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhir saat melakukan Haji Wada' sebelum beliau wafat.
Fungsi dalam Rangkaian Ibadah Haji
Meskipun selalu dipadati pengunjung, mendaki Jabal Rahmah sebenarnya bukan merupakan bagian dari rukun haji. Aktivitas utama di kawasan ini tetap berfokus pada wukuf yang dilaksanakan di Padang Arafah secara keseluruhan.
Banyak jemaah memanfaatkan waktu di area ini untuk memperbanyak doa dan zikir. Kawasan Arafah memang dikenal sebagai tempat yang mustajab, terutama pada saat Hari Arafah berlangsung.
Terkait keutamaan berdoa, Rasulullah SAW bersabda:
"Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ŠϺ┘äÏ»┘Å┘æÏ╣┘ÄϺÏí┘É Ï»┘ÅÏ╣┘ÄϺÏí┘Å ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É Ï╣┘ÄÏ▒┘Ä┘ü┘ÄÏ®┘Ä"
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Meski tidak ada dalil khusus yang menyebutkan puncak bukit tersebut lebih utama dari sisi doa, lokasinya yang berada di dalam kawasan Arafah membuatnya sangat istimewa bagi jemaah.
Doa Saat Melihat Jabal Rahmah
Terdapat anjuran doa yang dapat dipanjatkan oleh jemaah ketika melihat perbukitan ini. Doa tersebut mencakup permohonan ampunan, taubat, dan pemenuhan segala hajat kepada Allah SWT.
Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan:
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏºÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘è ┘ê┘ÄϬ┘ÅÏ¿┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘æ┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘ÆÏÀ┘É┘å┘É┘è Ï│┘ÅÏñ┘Æ┘ä┘É┘è ┘ê┘Ä┘ê┘Äϼ┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘É┘è┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ÄÏú┘Ä┘è┘Æ┘å┘Ä┘à┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘ê┘Äϼ┘æ┘Ä┘ç┘ÆÏ¬┘Å. Ï│┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘ç┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å ┘ä┘ä┘ç┘É ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘ç┘Å ┘êϺ┘ä┘ä┘ç Ïú┘âÏ¿Ï▒.
Latin: Allahumma ighfir li wa tub 'alayya wa a'thini su'li wa wajjih li al-khayra aynam─ü tawajjahtu. Subh─ünall─üh walhamdulill─üh wa l─ü il─üha illall─üh wall─ühu akbar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, penuhilah segala permintaanku dan hadapkanlah kebaikan kepadaku dimana pun aku menghadapkan diri. Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Agung."