UPK Kota Tua Ungkap Sejarah Tiga Gedung Bank Ikonik Jakarta

UPK Kota Tua Ungkap Sejarah Tiga Gedung Bank Ikonik Jakarta
Foto: Ilustrasi UPK Kota Tua Ungkap Sejarah Tiga Gedung Bank Ikonik Jakarta.

Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menyelenggarakan kegiatan tur berpemandu gratis bertajuk Oud Batavia en Omstreken pada Selasa (7/4/2026) untuk mengungkap sejarah transformasi pusat keuangan Jakarta. Kegiatan ini menelusuri jejak gedung perbankan bersejarah yang kini berfungsi sebagai museum dan kantor operasional aktif.

Dilansir dari Detik Travel, penelusuran sejarah ini mencakup tiga bangunan utama yang menjadi pilar ekonomi sejak era Hindia Belanda. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Museum Bank Indonesia yang dahulunya merupakan gedung De Javasche Bank, cikal bakal bank sentral di Asia.

Pemandu wisata dari UPK Kota Tua, Gilang Ramadhan, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung yang terletak di kawasan Pinangsia, Jakarta Barat ini memakan waktu hingga puluhan tahun.

"Gedung ini dibangun berangsur-angsur sejak 1903 hingga selesai sekitar 1920-an," kata Gilang.

Struktur bangunan yang megah tersebut sering kali membuat masyarakat keliru dalam mengenali fungsi aslinya sebagai lembaga keuangan.

"Gedung ini dibangun berangsur-angsur sejak 1903 hingga selesai sekitar 1920-an," kata Gilang.

Catatan resmi Bank Indonesia menunjukkan museum ini mulai dibuka untuk publik pada 15 Desember 2006. Peresmian secara formal dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009, yang kemudian mengukuhkan statusnya sebagai pusat koleksi numismatik dan arsitektur.

Objek sejarah kedua dalam tur ini adalah Museum Mandiri yang menempati bekas gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorij. Bangunan yang berdiri sejak 1824 ini memiliki karakteristik unik pada lantai atasnya.

"Jadi di bagian atas ini kan gedungnya ada sekitar tiga lantai, nah di lantai paling atas tuh ada ruangan semacam gudang yang dulu digunakan untuk penyimpanan tebu atau sugar cane," kata Gilang.

Berbeda dengan Museum BI, gedung ini lebih menonjolkan sejarah perbankan komersial, termasuk artefak berupa lift klasik peninggalan Belanda yang masih berfungsi. Lokasi terakhir adalah gedung Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB) yang menyimpan elemen seni tersembunyi.

"Ada kaca patri bermotif horoskop yang sangat indah. Ada 12 lambang zodiak mulai dari Sagitarius hingga Capricorn," ungkap Gilang.

Hingga saat ini, gedung NIHB tersebut masih dioperasikan sebagai kantor cabang aktif Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi