Proses pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Sumatera dilaporkan telah mencapai angka 93 persen pada Rabu (6/5/2026). Capaian ini menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menjelaskan bahwa penyediaan hunian tetap akan dilaksanakan secara bertahap. Hal ini disebabkan proses penyelesaian hunian tetap memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama dibandingkan hunian sementara, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Hunian Sementara sudah 93 persen. Ini sudah hampir tuntas secara keseluruhan ya, karena memang target kita supaya masyarakat semuanya bisa terfasilitasi untuk tinggal di Huntara," kata Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Selain progres hunian, otoritas terkait menyatakan pembersihan material lumpur akibat banjir bandang kini berada pada tahap penyelesaian akhir. Sektor transportasi juga menunjukkan pemulihan signifikan dengan terhubungnya kembali seluruh akses jalan nasional di wilayah terdampak sejak awal tahun 2026.
"Ini dari beberapa bulan lalu, sejak dari awal tahun sudah bisa terbuka secara keseluruhan. Saat sekarang ini tinggal pembersihan di drainase ataupun parit, tanah lumpur yang tertimbun," ujar Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Data Satgas menunjukkan pembersihan lumpur di Aceh telah mencapai 95,78 persen dengan menyisakan 27 lokasi dari total 634 titik. Sementara itu, wilayah Sumatera Barat dinyatakan sudah sepenuhnya bersih, sedangkan Sumatera Utara hanya menyisakan satu lokasi pembersihan.
"Jadi sudah sangat besar, 95,78 persen terselesaikan. Di Sumbar sudah tidak ada lagi, semuanya sudah bersih. Di Provinsi Sumut tinggal satu lokasi," ucap Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Pemulihan ekonomi juga terus menunjukkan tren positif melalui normalisasi aktivitas pasar di berbagai provinsi. Pasar-pasar di Sumatera Barat sudah beroperasi penuh, disusul oleh Sumatera Utara sebesar 98,2 persen dan Aceh sebesar 89 persen.
"Di Sumut sudah 98,2 persen, di Aceh 89 persen. Tinggal beberapa pasar yang sementara dimaksimalkan untuk bisa ditempati secepatnya," ucap Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Pada sektor pelayanan publik, seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak bencana dipastikan sudah dapat beroperasi kembali secara normal. Meski demikian, terdapat tujuh puskesmas pembantu yang masih memerlukan penempatan bangunan permanen.
"Tinggal puskesmas pembantu (Pustu) ada tujuh yang secara fungsional sudah berfungsi, cuma belum menempati tempat yang semestinya ya," imbuh Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.