CEO sekaligus co-founder OpenAI, Sam Altman, memberikan kesaksian dalam persidangan pada Selasa (12/5) untuk menjawab gugatan hukum yang diajukan oleh mantan rekan pendirinya, Elon Musk. Dilansir dari Detik iNET, persidangan ini menyoroti sengketa atas perubahan struktur organisasi OpenAI dari nirlaba menjadi entitas profit.
Dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (14/5/2026), Altman merespons tuduhan Musk yang menyebut manajemen OpenAI telah melakukan pencurian yayasan amal demi kepentingan komersial anak perusahaan for-profit. Altman menyatakan kebingungannya terhadap sudut pandang yang disampaikan oleh pemilik platform X tersebut.
"Rasanya sulit untuk memahami kerangka berpikir itu," kata Sam Altman, CEO OpenAI.
Penegasan mengenai kontribusi organisasi dilakukan Altman dengan menyebut bahwa pihak mereka telah membangun institusi filantropi yang memberikan dampak besar bagi publik. Ia memprediksi peran yayasan tersebut akan semakin luas di masa depan.
"Kami menciptakan salah satu badan amal terbesar di dunia. Yayasan ini melakukan pekerjaan yang luar biasa dan akan melakukan lebih banyak lagi," imbuh Sam Altman, CEO OpenAI.
Gugatan yang diajukan Musk pada tahun 2024 menargetkan OpenAI, Altman, dan Presiden Greg Brockman atas dugaan pelanggaran janji menjaga misi nirlaba. Namun, Altman membantah adanya komitmen tertulis maupun lisan kepada Musk terkait bentuk permanen struktur perusahaan tersebut.
Kritik tajam turut dilontarkan Altman mengenai kapabilitas Musk dalam memimpin organisasi berbasis riset. Ia menilai gaya kepemimpinan Musk yang sukses di bidang manufaktur justru memberikan dampak negatif bagi para peneliti di lab AI.
"Saya rasa Tuan Musk tidak mengerti bagaimana mengelola laboratorium penelitian dengan baik," kata Sam Altman, CEO OpenAI.
Menurut Altman, kebijakan internal yang diminta Musk sempat memicu kegaduhan di lingkungan kerja OpenAI. Hal ini termasuk instruksi untuk melakukan pemeringkatan prestasi peneliti secara ketat yang berujung pada pemecatan staf.
"Ia telah menurunkan motivasi beberapa peneliti penting kami. Pada suatu waktu, ia meminta Greg dan Ilya untuk membuat daftar peneliti dan mencantumkan prestasi mereka dan membuat peringkat dan memecat sebagian dari mereka. Itu menyebabkan kerusakan besar pada budaya organisasi dalam jangka waktu lama," sambung Sam Altman, CEO OpenAI.
Fokus persidangan juga mengarah pada isu keamanan pengembangan kecerdasan buatan di tengah ekspansi komersial perusahaan. Altman mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana Musk pada tahun 2017 terkait masa depan kendali OpenAI jika perusahaan berubah menjadi profit.
Kepada pengadilan, Altman mengenang perdebatan tentang siapa yang akan memegang kendali jika Musk selaku pimpinan tertinggi saat itu meninggal dunia. Jawaban Musk saat itu dinilai Altman sebagai momen yang sangat menegangkan.
"mungkin OpenAI harus diwariskan kepada anak-anak saya," kata Sam Altman, CEO OpenAI.